UNGARAN - Hingga bulan Mei
2012, sebanyak 450 orang penderita sumbing bibir dan langit-langit (rongga
mulut) di Jawa Tengah telah menjalani operasi bedah plastik rekonstruksi yang
diselenggarakan oleh Yayasan Permata Sari. “Operasi ini sangat diperlukan
terutama untuk penderita anak-anak, karena dapat mengembalikan fungsi organ
tubuh agar lebih sempurna,” kata Wagub Jateng Rustriningsih yang juga Pembina
Yayasan Permata Sari, saat bakti sosial operasi sumbing bibir dan langit-langit
di RSUD Ungaran, Selasa (19/6) sore.
Acara yang diselenggarakan
oleh Yayasan Permata Sari bekerja sama dengan ikatan notaris Indonesia
Kabupaten Semarang itu dihadiri Bupati Semarang H Mundjirin, Ketua Yayasan
Permata Sari Semarang Endang Sri Sarastri, Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Semarang dr Ani Rahardjo MPPH, direktur RSUD Ungaran dr Setya Pinardi
MKes serta pejabat lainnya.
Dikatakan lebih lanjut oleh
Wagub, kelainan sumbing bibir dan langit-langit dapat diperbaiki dengan
melakukan operasi pemulihan. Karenanya, Yayasan Permata Sari bekerja sama
dengan berbagai organisasi profesi dan lembaga kesehatan terus berupaya mendata
penderita di seluruh Jawa Tengah hingga wilayah perbatasan.
Penderita yang memenuhi
syarat operasi pemulihan, lanjutnya, akan langsung ditangani oleh tim operasi
terpadu tanpa dipungut biaya alias gratis. “Pelayanan ini tidak hanya di Jawa
Tengah namun menjangkau wilayah perbatasan Jawa Barat seperti Cirebon dan
Indramayu serta Ponorogo Jawa Timur,” tambahnya.
Pada tahun 2011 lalu,
Yayasan Permata Sari telah melayani 600 penderita sumbing bibir dan
langit-langit. Jika masih ada, Wagub berharap pada tahun ini akan lebih banyak
lagi penderita yang terlayani operasi pemulihan secara gratis ini.
Diakui, upaya pendataan
penderita sumbing bibir dan langit-langit ini masih mengalamai kendala. Wagub
berencana menggandeng Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk ikut
serta mencari dan mendata penderita di kecamatan masing-masing.
Sementara itu, Bupati H
Mundjirin menghargai kepedulian Yayasan Permata Sari terhadap penderitaan
sebagian warga Kabupaten Semarang. “Upaya ini merupakan bentuk kepedulian yang
harus dihargai dan didukung untuk meningkatkan mutu kehidupan dan kesehatan
penderita,” ujarnya.
Direktur RSUD Ungaran dr Setya Pinardi menjelaskan, bhakti sosial operasi
sumbing bibir dan langit-langit kali ini berlangsung selama dua hari, 18-19
Juni. “Dari 22 orang pendaftar operasi, sebanyak tiga penderita tidak memenuhi
syarat kesehatan yakni karena menderita pneumonia dan balita kurang berat
badan,” jelasnya.
Penderita tertua yang
menjalani operasi berumur 55 tahun dan termuda berusia 4 bulan. Mereka berasal
dari Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Untuk mendukung kelancaran operasi itu,
tambahnya, RSUD Ungaran menugaskan seorang dokter spesialis anestesi dan dokter
spesialis bedah kosmetik. *www.jatengprov.go.id/BeritaUTama_Kabupaten
Semarang