REMBANG
- Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo ketika melakukan silaturahmi dengan
seluruh lurah dan kepala desa se-Kabupaten Rembang, Rabu (21/3) di Desa Tegaldowo,
Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang meminta kepada masyarakat untuk tidak
mengedepankan emosi ketika ada kebijakan baru dari pemerintah.
“Kedepankan
komunikasi dengan baik, tidak mungkin pemerintah menyusahkan masyarakatnya,”
ujar Gubernur.
Hal
itu disampaikan Gubernur H. Bibit Waluyo terkait maraknya demo yang menolak
kenaikan BBM yang rencananya akan dilaksanakan bulan April mendatang.
Dalam
kegiatan tersebut Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada
seluruh lurah dan kepala desa se-Kabupaten Rembang khususnya dan se-Jateng pada
umumnya karena keberhasilan Jawa Tengah menjadi salah satu lumbung pangan
Indonesia dengan 2,9 juta ton surplus beras. “Ketahanan
pangan di Jateng menyumbang 16% ketahanan pangan nasional,” ungkap Gubernur.
Sementara
itu, terkait dengan berdirinya pabrik semen di Rembang Gubernur meminta agar
seluruh lurah dan kepala desa se-Kabupaten Rembang untuk mendukung karena hal
tersebut demi kepentingan rakyat Rembang sendiri.
Gubernur
mengatakan jika pabrik semen berhasil didirikan di Rembang ada kemungkinan
berdiri pabrik-pabrik semen lainnya yang otomatis mampu membuka lapangan kerja
di Rembang baik sektor formal maupun informal.
Selain
pabrik semen Gubernur mengatakan rencananya pabrik gula skala nasional seperti
yang di Cepiring Kendal juga akan didirikan di Kabupaten Rembang. “Jika ada
pabrik gula sebelahnya bisa didirikan pabrik pakan ternak dari limbah tebu,”
tutur Gubernur.
Sebelumnya
Bupati Rembang H. Moch Salim mengatakan untuk mendukung pabrik semen di Rembang
sudah didirikan Pelabuhan umum yang bisa berfungsi mengangkut hasil tambang di
Rembang. Selain itu seluruh jalan akses menuju tambang juga dilebarkan.
“Kami
juga minta bantuan Gubernur untuk memperbaiki jalan tambang antara kadiwono – bulu
dan bulu – Rembang karena rencananya jalan tersebut akan menjadi jalur utama
lalulintas semen,” kata Bupati. (Humas
Rembang)