Kabupaten Wonogiri termasuk
kategori daerah perbatasan, sehingga perlu mendapat
perhatian lebih. Terutama adanya indikasi upaya perpindahan penduduk ke
daerah lain. Pernyataan ini dikemukanan Wakil Gubernur Jawa Tengah Dra. Hj.
Rustriningsih, M.Si Rustriningsih saat membuka acara bakti sosial operasi bibir
sumbing gratis, di RS PKU Muhammadiyah Nambangan Selogiri, Wonogiri, Sabtu (10/3).
“Contoh konkrit adalah di Pulau
Kalimantan, terutama yang berada di perbatasan dengan Malaysia. Di sana banyak ditemui masyarakat Indonesia
yang secara sukarela memindahkan patok batas negara sehingga mereka kalau
diperhatikan seakan-akan merupakan warga Malaysia,” ujar Wagub.
Penyebab kasus tersebut, lanjut
Wagub, lantaran adanya ketimpangan dalam segala hal. Bukan cuma sisi ekonomi, namun
wilayah lain lebih menjanjikan. Termasuk pula akses infrastruktur seperti jalan
yang lebih baik. Kondisi seperti itu bukan tidak mungkin bakalan terjadi pula
di wilayah Jawa Tengah bagian perbatasan. Tentu saja menurut Rustriningsih,
termasuk Kabupaten Wonogiri.
“Wonogiri merupakan wilayah
perbatasan antar provinsi, yaitu DIY dan Jawa Timur. Coba perhatikan jalan di
kedua provinsi tadi kan
sangat bagus dan mulus, tapi begitu masuk Wonogiri kondisinya jauh berbeda,
rusak dan bergelombang,” tuturnya.
Melihat kenyataan itu, mantan Bupati
Kebumen ini memerintahkan segenap jajaran di Kabupaten Wonogiri supaya lebih
memperhatikan masyarakatnya. “Jangan sampai tergiur dengan wilayah lain, yang
ujung-ujungnya berniat pindah ke daerah yang dimaksud. Perhatikan masyarakat
terutama di lapisan bawah, penuhi hak-hak mereka. Salah satunya kesehatan,
wujud konkritnya bisa dengan operasi gratis semacam ini.,” tandasnya. “HUMAS-ESTI SUCI