Semarang- Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah baru baru ini di Semarang (3/7) menerima penghargaan peringkat pertama penyerapan Dana APBN Semester I Tahun 2012 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Semarang II. Penyerahan penghargaan tersebut pada acara Sosialisasi dan Registrasi untuk mendapatkan PIN PPSM yang diserahkan langsung oleh Kepala KPPN, Dedy Sopandi.


Adapun Dana APBN yang terdiri dari Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan yang diperoleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yaitu didasarkan pada DIPA Nomor: 5866/018-05.3.01/13/2012, tanggal 9 Desember 2011; DIPA Nomor: 5866/018-05.4.01/13/2012, tanggal 9 Desember 2011; DIPA 4731/018-07.03.01/13/2012, tanggal 9 Desember 2011; DIPA 4731/018-07.04.01/13/2012, tanggal 9 Desember 2011; DIPA Nomor: 4732/018-08.3.01/13/2012, tanggal 9 Desember 2011; DIPA Nomor: 4732/018-08.4.01/13/2012, tanggal 9 Desember 2011 dengan total anggaran pada Tahun Anggaran 2012 sebesar Rp. 115.113.789.000,- (Seratus lima belas milyar seratus tiga belas juta tujuh ratus delapan puluh sembilan ribu rupiah).


Foto0017.jpg

Berdasarkan dari hasil penilaian obyektif dari KPPN Semarang II bahwa sampai dengan tanggal 30 Juni 2012, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah telah dapat menyerap dan mempertanggungjawabkan anggaran dimaksud selaras dengan SPM (Surat Perintah Membayar) dan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), sebesar Rp. 77.434.159.912 (Tujuh puluh tujuh milyar empat ratus tiga puluh empat juta seratus lima puluh sembilan ribu sembilan ratus dua belas rupiah) atau 67,27 % sehingga Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah sangat layak untuk memperoleh penghargaan sebagai peringkat pertama penyerapan Dana APBN Semester I Tahun 2012.


Menurut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Bapak Ir. Tegoeh Wynarno Haroeno, MM., bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dari karyawan/karyawati Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang harus terus menerus ditingkatkan. “Prestasi ini merupakan langkah awal yang harus dimantapkan untuk menunjang Swasembada Gula Jawa Tengah Tahun 2013 dan terwujudnya organisasi yang semakin dinamis, sehat dan profesional”, tegas Tegoeh.