SURAKARTA - Program Transmigrasi di Jawa Tengah sampai saat ini masih sangat diminati masyarakat di 35 Kabupaten/Kota. Semula dalam Tahun 2011 alokasi target untuk Jawa Tengah dari 895 KK terdiri dari Transmigrasi Umum  sebanyak 830  KK dan Transmigrasi Swakarsa Mandiri 65  KK.

 

Dengan adanya penambahan kuota, alokasi target untuk Jawa Tengah menjadi 930 KK terdiri dari  Transmigrasi Umum  865  KK dan Transmigrasi Swakarsa Mandiri 65  KK. Sedangkan pada Tahun 2010 715 KK terdiri dari  Transmigrasi Umum  580  KK dan Transmigrasi Swakarsa Mandiri 135 KK.

 

Dibanding alokasi target 2011 mengalami kenaikan sebesar 180 KK atau sekitar 30%, namun disisi lain hal ini cukup memprihatinkan, karena akibat erupsi Merapi jumlah animo transmigran sebanyak 209 KK yakni dari Kabupaten Magelang 102 KK; Kabupaten Boyolali 52 KK; dan Kabupaten Klaten 65 KK.

 

Hal tersebut terungkap dalam sebuah kegiatan Pemantapan Kerjasama Antar Daerah Bidang Ketransmigrasian tahun 2011, di The Sunan Hotel Solo, Jalan Ahmad Yani No. 40, Solo, belum lama ini.

 

Kegiatan dimaksud mempertemukan Kabupaten / Kota Daerah Asal Jawa Tengah dengan Kabupaten Daerah Penempatan Transmigrasi, dalam rangka untuk mencapai kesepakatan komitmen dalam penempatan transmigran, yang dituangkan dalam bentuk Naskah Perjanjian Kerjasama (MoU).

 

Sedangkan tujuannya adalah Pemantapan Kerjasama Antar Daerah (KSAD) yang akan ditandatangani oleh Bupati di 28 Kabupaten (10 Provinsi) daerah penempatan dengan Bupati / Walikota di 35 Kabupaten / Kota di Jawa Tengah.

 

Out come dari hasil kegiatan tersebut akan dihasilkan kesepakatan antara Kabupaten/Kota Daerah Asal Jawa Tengah dengan Daerah Penempatan Transmigrasi yang dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama yang selanjutnya melalui Kepala Dinas Kabupaten/Kota masing-masing Perjanjian Kerjasama dimaksud akan ditandatangani oleh Bupati/Walikota baik Daerah Asal maupun Daerah Penempatan.  **kontributor Dinasnakertransduk