Misi 2 : Pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis Pertanian, UMKM dan industri padat karya;

 

 

Wonogiri - Pasar hewan di Desa Karanglor Kecamatan Manyaran diresmikan oleh Asisten Sekda Wonogiri bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ir Gembong Muriahadi, MM yang mewakili Bupati Wonogiri, Rabu 9 Juni 2010. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan kirab pedagang kambing menuju lokasi pasar hewan.

 

Camat Manyaran Sutiyarso, S.Sos dalam laporannya menyatakan, Pasar Hewan Desa Karanglor mampu menampung hingga 500 ekor kambing tersebut terletak diatas tanah seluas 3000 m2, yang merupakan tanah kas Desa Karanglor. Pembangunannya menelan dana Rp 156 juta berasal dari Rp 128 juta dana PNPM Mandiri Perdesaan dan Rp 28 juta dana swadaya masyarakat Desa Karanglor. Pasar Hewan ini disamping untuk memisahkan pasar hewan dengan pasar umum, juga dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan di pasar Kecamatan Manyaran yang sudah tidak mampu lagi menampung jumlah pedagang hingga menjadi pasar tumpah dan sangat mengganggu arus lalu lintas.  Di lokasi yang sama telah berdiri 48 kios, namun demikian Camat Manyaran meminta kepada Bupati untuk dapat memberikan bantuan pembangunan penambahan kios. Untuk selanjutnya pengelolaan pasar hewan diserahkan kepada Pemerintah Desa Karanglor, untuk meningkatkan pendapatan dan tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat setempat.  

 

Asisten Sekda bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ir Gembong Muriahadi, MM yang membacakan sambutan Bupati Wonogiri menyatakan, di Kabupaten Wonogiri terdapat enam pasar hewan besar, yaitu di Kecamatan Purwantoro, Slogohimo, Jatisrono, Sidoharjo, Wuryantoro, dan Pracimantoro. Sementara pasar kambing ada di Wonogiri, Pracimantoro, Baturetno, Tirtomoyo, Sidoharjo, Slogohimo, Jatisrono, dan Purwantoro. Pembangunan Pasar Hewan di Desa Karanglor ini diharapkan dapat memperlancar arus perdagangan hewan ternak, khususnya di Kecamatan Manyaran dan wilayah yang ada di sekitarnya. Yang juga harus diperhatikan adalah masalah sanitasi di sekitar lokasi pasar, sehingga tidak mengganggu lingkungan setempat. 

 

Terpisah, Kepala UPK PNPM Kecamatan Manyaran Yuli Asmono, SE menyatakan, rasa optimisnya bahwa pasar hewan ini akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa Karanglor, karena didukung sepenuhnya oleh warga setempat dan juga para pedagang. Secara umum, pedagang kambing yang melakukan transaksi perdagangan di Pasar Manyaran hampir 75 % merupakan pedagang dari wilayah luar Manyaran, yaitu dari kecamatan Eromoko, dan Wuryantoro, bahkan dari Kabupaten Sukoharjo yaitu dari Kecamatan Weru, Tawangsari dan Bulu, dari Kabupaten Klaten yaitu Kecamatan Cawas, dan dari Propinsi DIY, yaitu dari wilayah Kecamatan Semin, dan Ngawen. **(kontributor Wonogiri)