Misi 1 : Mewujudkan
pemerintahan yang bersih dan professional serta sikap responsif aparatur.
Sragen, - Bagi warga Sragen pemirsa stasiun televisi Metro TV, pasti merasa ada yang spesial dari tayangan Kick Andy yang tayang pada hari Jumat (22/1/10) lalu pukul 21.30 WIB. Dalam episode “Bukan Bupati Biasa” ini Andy F. Noya, host Kick Andy mengundang lima bupati yang dinilai inovatif dan berhasil membangun kabupaten yang dipimpinnya. Salah satu yang diundang tentunya adalah Bupati Sragen Untung Wiyono.
Bupati Untung Wiyono yang muncul pertama kali langsung memukau para pemirsa Metro TV dengan menampilkan kefasihannya mendalang. Meski Andy sang host kurang begitu memahami bahasa Jawa yang digunakan dalam lakon wayang tersebut. Namun ia memberi big applaus atas kelihaian mendalang Bupati yang hadir menggunakan pakaian kejawen lengkap ala dalang.
“Mendalang bisa dipakai sebagai alat berkomunikasi secara dekat dengan rakyat,” kata Bupati Untung saat diwawancarai Andy Noya mengenai alasannya mendalang meski telah menjadi bupati.
Bupati Untung Wiyono dipilih menjadi tamu di Kick Andy karena memiliki banyak gebrakan untuk memajukan kabupaten yang ia pimpin. Di bawah pimpinannya, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah telah mengalami kemajuan secara pesat. Sragen yang dulunya tergolong daerah tertinggal kini menjadi kota terbaik dengan meraih penghargaan adipura selama enam tahun berturut-turut. Bahkan sekitar 33 penghargaan skala nasional telah berhasil disabet kabupaten yang dikenal dengan sebutan Bumi Sukowati ini.
“Saya sampai bilang, sudahlah kita gak usah ikut-ikut lomba gitu lagi, kasihan daerah lain,” ujarnya bangga yang disambut dengan tepuk tangan meriah para penonton di studio.
Keberhasilan Bupati Sragen didukung dengan dua akses komunikasi penting dengan rakyatnya yakni melalui pagelaran wayang dan pengembangan teknologi informatika. Salah satu yang bisa dibilang paling berhasil adalah pembangunan jaringan IT, yang menghubungkan antar desa, kecamatan, dan hingga kabupaten. Kondisi ini memudahkan komunikasi dan penukaran data antar wilayah, juga efisiensi birokrasi.
“ Pengalaman saya dulu, pernah gagal dapat proyek, karena birokrasi yang panjang untuk proses perijinan. Maka ketika saya jadi bupati, 18 retribusi sudah dihapus,” katanya menceritakan pengalaman masa lalunya sebagi pengusaha, sebelum menjadi bupati Sragen.
Selain Bupati Sragen tamu lain yang diundang dalam episode itu adalah Bupati Gorontalo. Bupati yang hobinya bergerilya dalam bekerja dan melayani masyarakat. Ia adalah David Bobihu Akib, seorang Bupati yang mencetus konsep Government Mobile.
Dari Jawa Timur, hadir Bupati Jombang Suyanto yang sangat konsen dengan masalah kesehatan warganya. Dengan program “Puskesmas -Idaman Idolaku dan Rumah Sakit-Cintaku”, Suyanto membangun sebuah pelayanan kesehatan yang memadai untuk warganya.
Kisah lain adalah tentang seorang aktivis LSM yang jadi Bupati. Ia adalah Hugua, seorang aktivis lingkungan yang kemudian terpilih menjadi bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Hugua yang seorang aktivis lingkungan kini harus mengelola wilayah yang sangat kaya dengan keindahan alam, terutama kekayaan lautnya.
Bupati terakhir yang hadir adalah Bupati Lamongan, Jawa Timur yang dikenal dengan ide anehnya mempopulerkan bahasa mandarin di kabupaten yang ia pimpin. Bahkan kini sejumlah besar sekolah di sana sudah memasukkan pelajaran bahasa mandarin sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
(Kontributor Sragen : Nova )