Provinsi
Jawa Tengah berharap mampu memenuhi kebutuhan gula di Jawa Tengah pada tahun
2013 sebesar 368.000 ton. Perhitungannya jika penduduk Jawa Tengah pada 2013
diprediksi sebanyak 34 juta jiwa, dengan konsumsi gula per kapita per tahun 12
kilogram (sesuai standar nasional), maka kebutuhan gula tebu Jateng adalah 90%
x 12 kg x 3.400.000 sama dengan 367.200 ton atau dibulatkan 368.000 ton.
“Dalam
rangka mendukung swasembada gula 2013, langkah-langkah Provinsi Jawa Tengah
sudah dilakukan yakni pertama identifikasi lahan, itu ukurannya untuk mendukung
swasembada dan kebutuhan Jawa Tengah sudah oke,” ujar Gubernur Bibit Waluyo,
ketika diwawancarai wartawan, Sabtu sore (4/8), di Hotel Santika Semarang, usai
berbuka puasa bersama yang diselenggarakan Kompas-Gramedia.
Menurut
gubernur, Jateng tidak ada masalah karena kebutuhan gula di Jateng itu 360.000
ton, namun khusus untuk swasembada gula berarti harus di atas 400.000 ton. Sehingga
langkah kedua yang diperlukan adalah memperbaiki pabrik-pabrik yang rusak.
“Kita
kan punya 13 pabrik, 5 sehat, 8 kurang sehat, dan yang sehat baru diperbaiki
pabrik Sragi. Upaya lainnya dalam rangka Swasembada gula 2013 adalah dengan
membangun pabrik gula di Blora, yaitu PT.Gendis
Multi Manis (di Desa Tinapan Kecamatan Todanan-red),”
ungkapnya.
Menjawab
pertanyaan wartawan soal mix kebun jati
dan karet, Gubernur Bibit Waluyo menyampaikan, sebenarnya yang diinginkannnya
lagi itu berupa Mapping Kebun Jati Blora dan Kebun Jati Purwodadi dan
saat ini sudah dilakukan mapping itu, sambil menunggu laporan dari jajarannya.
“Jangan
semuanya ditanami Jati, nanti lahan jati yang kurang baik coba ditanami karet,
karena itu akan lebih cepat memberikan kesejahteraan rakyat. Jangan kayak
sekarang ditanami jati hasilnya puluhan tahun, kasihan rakyatnya melarat terus.
Jadi kalau itu dirubah karet akan menjadi daya ungkit ekonomi rakyat, minimal
sebagai buruh nderes lah,” tandas Bibit. *HumasJateng_bs