a.jpg


AMBARAWA - Pemerintah memberikan prioritas pembangunan infrastruktur untuk memacu roda perekonomian nasional. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), telah dianggarkan dana yang cukup besar untuk memperbaiki dan membangun sarana transportasi terutama jalan dan jembatan.


“Bahkan, separuh anggaran di Kementerian PU itu dialokasikan untuk membangun dan memperbaiki jalan dan jembatan,” kata Menteri PU Djoko Kirmanto, saat meresmikan Penggunaan Jalan Lingkar Ambarawa (JLA), Senin (23/7) sore. Penggunaan JLA ditandai pengguntingan untaian melati oleh Menteri Djoko Kirmanto bersama Gubernur H Bibit Waluyo.


Bersamaan dengan itu juga diresmikan penggunaan ruas jalan Boyolali-Kartasura dan Magelang-Keprekan, peresmiannya ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Djoko Kirmanto disaksikan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Kepala Dinas Bina Marga Jateng Danang Atmodjo, Bupati Semarang H Mundjirin, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Bupati Boyolali Seno Samudro dan undangan lainnya.


Saat sambutan, Menteri Djoko Kirmanto menjelaskan bahwa pembangunan ketiga ruas jalan di wilayah tengah pulau Jawa itu menghabiskan dana Rp 346 miliar. Tujuannya untuk memperlancar lalu lintas dan distribusi barang dan manusia.

 

“Diharapkan, ketiga ruas jalan itu dapat mendukung kelancaran arus mudik tahun ini,” terangnya. Selain itu, lanjutnya, jalur pantai utara (pantura) Jawa yang memiliki kepadatan lalu lintas tertinggi di dunia juga menjadi perhatian Pemerintah.


Menurut menteri, jumlah kendaraan yang melintas di jalur pantura tercatat mencapai 40 ribu kendaraan setiap harinya. “Jumlah itu tidak hanya menjadikannya terpadat di Pulau Jawa tapi bahkan sedunia. Karenanya, Pemerintah saat ini terus meningkatkan mutu jalan di jalur pantura,” katanya.


Saat ini, terang Menteri, jalur jalan mulai Losari yang berbatasan dengan Jawa Barat hingga Kudus telah dikembangkan dan ditata menjadi empat lajur. Rencana berikutnya adalah penataan ruas Kudus-Rembang hingga perbatasan Jawa Timur.


b.jpg  

Dirjen Bina Marga Kementerian PU Joko Muryanto menjelaskan ruas JLA sepanjang 7,3 kilometer menghabiskan dana Rp 1,6 miliar. Sedangkan ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 15,5 kilometer dibiayai Rp 141 miliar dan ruas Magelang-Keprekan sepanjang 8,6 kilometer. “Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” terangnya.


Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo menyatakan terima kasih atas kerja sama dan perhatian Pemerintah. Disebutkan melalui kementerian PU yang mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk pembangunan infrastruktur mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional.


“Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang mencapai 6,7 persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional. Selain itu laju inflasi tercatat hanya 1,2. Semuanya itu dicapai antara lain karena pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik di Jawa Tengah,” tegas Gubernur.  *jatengprov.go.id_Kab.Semrang