100 siswa tingkat SLTP
dan SLTA dari keluarga tidak mampu namun berprestasi menerima bantuan bea siswa
dari Asosiasi Petani temabakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Senin
kemarin (9/7), di Pendopo pengayoman. Penyerahan sertifikat beasiswa
diserahkan secara simbolis oleh Bupati Hasyim Afandi kepada perwakilan
penerima disaksikan segenap pengurus APTI dan pejabat terkait.
Bupati
Hasyim Afandi dalam sambutannya mengatakan , Pemkab memberikan apresiasai yang
tinggi kepada APTI Jateng yang peduli guna membantu beasiswa bagi 100 siswa
tidak mampu. Hal itu dinilai sangat bermanfaat untuk menunjang biaya
pendidikan, sehingga dapat menyelesaikan proses belajar di sekolah .
Diutarakan, angka partisipasi pendidikan tingkat SD hampir mencapai 100 persen.
Namun untuk tingkat SLTP dan SLTA jumlahnya lebih kecil yang disebabakan
diantaranya karena keterbatasan biaya sehingga tidak semua lulusan SD maupun
SLTP melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.
”
Oleh karena itu dengan diserahkannya beasiswa seperti yang
diprakarsai APTI Jateng sangat besar manfaatnya bagi siswa
penerima dari keluarga tidak mampu sehingga bisa
melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi “ tandasnya.
Ketua
APTI Jateng Nurtantio Wisnu Broto menjelaskan , 100 siswa penerima bea
siswa merupakan siswa pilihan hasil seleksi yang dilakukan secara
ketat dan berjenjang. Setiap siswa rata-rata menerima beasiswa Rp.9 juta untuk
jangka waktu 1 tahun .Kreteria siswa yang lolos yakni berasal dari
keluarga buruh tani tidak mampu , namun memiliki prestasi di sekolah .100 siswa
tersebut saat ini tengah menempuh pendidikan tersebar di sejumlah
SMP/ MTs dan SMA/SMK . Diungkapkan , pada awal penjaringan calon
siswa penerima jumlahnya mencapai 520 orang. Dari jumlah
tersebut kemudian diseleksi menjadi 369 orang yang
akhirnya bedasarkan validasi data terpilih 100 siswa.
“Bantuan beasiswa ini merupakan ujud kepedulian APTI Jateng dalam
program bakti pendidikan bekerjasam dengan Djarum Fundation. Hal ni bertujuan
untuk membantu biaya pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga buruh tani
tidak mampu “ ujarnya , seraya menambahkan program pemberian
beasiswa kali ini merupakan yang kedua, yang pertama diberikan tahun lalu juga
untuk 100 siswa.
Salah
satu siswa penerima Ahmad Farozi yang saat ini
bersekolah di SMA Candiroto menuturkan, dengan diterimanya beasiswa sangat
membantu untuk biaya meneruskan sekolah. Dia berharap program APTI
Jateng bisa ditiru pihak-pihak lain sehingga memungkinkan lebih
banyak siswa tidak mampu memeroleh beasiswa untuk biaya pendidikan. (Hms/ Edy
Laks ).