CILACAP - Warga RW 10 Kelurahan Karang talun, dalam waktu
yang tidak lama lagi, akan mempunyai sebuah gedung serbaguna yang representatif
dan PAUD. Pembangunan gedung tersebut, kemarin peletakan batu
pertamanya dilakukan oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, dalam satu
acara di jalan Damar.
Pembangunan gedung serbaguna merupakan inisiatif warga RW 10
Karangtalun untuk mewujudkan keinginannya memiliki gedung yang representatif.
Gedung serbaguna yang akan dibangun berukuran 7 kali 12 meter dan pos Paud
berukuran 6 kali 6 meter, dengan total anggaran sebesar Rp. 129 juta.
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut
menyampaikan, terima kasih kepada warga kelurahan Karangtalun atas upayanya
dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di Kabupaten Cilacap. Semoga
pembangunan gedung serbaguna berjalan lancar dan berhasil sukses sesuai dengan
harapan.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, tantangan pembangunan yang kita
hadapi, tidaklah semakin ringan. Berbagai hambatan dan kendala datang silih
berganti seiring dengan tuntutan dan keinganan masyarakat yang semakin cepat.
Namun demikian, lanjut Tatto, kita terus berusaha untuk mengatasi
berbagai masalah tersebut dengan mengerahkan segala daya dan upaya, termasuk
kebijakan, yang kesemuanya diabdikan untuk kepentingan masyarakat.
Warga Tambakreja Lakukan Kerja Bakti Massal
Dalam waktu yang lain, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Camat Cilacap Selatan, Yuni Kustowo, Kepala Kelurahan Tambakreja, serta warga masyarakat Tambakreja mengadakan kerja bakti bersama membersihkan kali Gubet.
Kerja Bakti yang dilakukan warga menggarap normalisasi sungai
gubet dengan menggangkat sampah dan kotoran lainnya, termasuk mengeruk dasar
sungai dari sedimen tanah dan pasir.
Menurut Kepala Kelurahan Tambakreja, Minggu, kerja bakti
bersih-bersih sungai Gubet yang melibatkan lebih dari 300 orang dari 14
RW di Tambakreja, dimaksudkan untuk menormalisasi sungai tersebut, dari sampah
dan sedimen tanah dan pasir. Hal ini dilakukan mengingat, kalau datang musim penghujan
sering terjadi banjir. Untuk itu pada musim kemarau ini, bersih-bersih sungai,
ujar Minggu.
Disamping itu, sebagai upaya preventif dalam menghadapi musim
hujan mendatang. Diharapkan, dengan kerja bakti seluruh warga tambakreja,
sungai Gubet pada musim hujan mendatang akan berjalan nomal. (hromly)