Temanggung- Para petani di Desa Jetis
Kecamatan Selopampang yang tergabung dalam Kelompok Tani Nawa warga saat ini
tengah mengembangkan tanaman sayuran buncis super. Ketertarikan petani
mengembangkan salah satu komoditas hortikultura unggulan tersebut, selain
harganya mahal Rp.4500/kg juga sudah ada pasar yang menampung.
Upaya
pengembangan tanaman tersebut kini sudah membuahkan hasil, petani sudah mulai
memanen. Keberhasilan tersebut menarik perhatian TVRI Jawa
Tengah melakukan shooting liputan untuk tayangan acara TV Selasa kemarin ( 12/6
). Selain itu sejumlah
wartawan media cetak juga melakukan liputan untuk diberitakan melalui media.
Dalam acara tersebut melibatkan Bupati
Hasyim Afandi dan Ketua
Kelompok Tani Nawa Warga Setiyo
Agus Sutaat sebagai nara sumber yang diwawancarai. Juga hadir Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah Aris Budiono dan pejabat
terkait.
Bupati
Hasyim saat diwawancarai menjelaskan, Pemkab terus mendorong pengembangan
tanaman hortikultura dikalangan petani. Hal itu dimaksudkan agar petani
bertambah wawasan bepikirnya dengan menanam berbagai komoditas unggulan supaya meningkat kesejahterannya. Dengan mengembangkan
pola berpikir maju, kreatif, inovatif dan produktif, petani tahu persis
komoditas apa yang ditanam dan kapan harus menanam supaya hasilnya banyak
dan pada saat panen harganya mahal. Kesalahan yang acap kali dilakukan
petani pada umumnya berpikir tradisional kurang memperhatikan tata cara
bertani secara modern.
Menurutnya
petani era sekarang sudah waktunya berfikir dan bekerja secara
produktif selaras dengan perkembangan teknologi pertanian. Filosofi itu
artinya petani mesti mau mencoba berpikir maju belajar dan
terus belajar dalam bercocok tanam selektif memilih jenis tanaman
pertanian yang prospeknya cerah seperti buncis super yang
pangsa pasarnya jelas guna menghasilkan uang.
“OLeh
karena itu kepada kelompok tani Nawa warga agar menjaga
kepercayaan yang telah diberikan dari konsumen. Tanaman buncis super mesti
dikelola dengan sebaik-baikya supaya berkualitas dan produksiya tinggi sehingga
ada jaminan kelangsungan pasar “ pintanya
Ketua
Kelompok Tani Nawa Warga Setiyo Agus Sutaat menjelakan, pengembangan buncis
super sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Saat ini merupakan penananam
yang ke empat dan sudah mulai panen. Dia menuturkan ketertarikan petani menanam
buncis super karena harganya mahal mencapai Rp.4.500/kg. Hal itu jauh lebih
mahal bila dbanding buncis lokal yang hanya laku Rp.1.500/kg. Disamping itu soal
pemasarannyapun mudah karena sudah ada eksportir yang membeli .
Menurutnya
permintaan eksportir cukup tinggi mencapai 1 ton/2 hari dengan harga Rp. 4.500
per kilogram. Namun baru bisa memenuhi 2 kwintal / 2 hari, sehingga peluang
pasarnya masih sangat terbuka . Oleh karena itu pihaknya terus
berupaya menambah jumlah anggota kelompok tani dan luasannya agar permintaan
eksportir terpenuhi. Selama
ini buncis super
diekport ke Jepang dan
Singapura
“Jumlah
anggota kelompok tani terus bertambah dan saat ini tercatat 127 orang yang
tersebar tidak saja warga Jetis namun juga dari luar desa yakni
Gambasan, Kebonagung dan Kaliangkrik. Diharapkan kedepan dengan bertambahnya
anggota dan luasan kuota perminaan eksportir bisa terpenuhi“ pungkasnya . *Kontributor Hms Temanggung