WONOGIRI
– Acara Piodalan (ulang tahun) tempat ibadah umat Hindu/pura Jagad Spiritual yang
berada di kompleks Museum Karst Wonogiri, direncanakan akan menjadi agenda
tahunan. Pemerintah Kabupaten Wonogiri berencana mengagendakan cara Piodalan
ini menjadi rangkaian kegiatan Visit Pariwisata Spiritual sekaligus
menyukseskan Visit Jateng Year 2013. Demikian
diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora)
Kabupaten Wonogiri, Drs. Pranoto, MM saat djumpai dalam acara Piodalan belum
lama ini.
“Acara Piodalan ini selain memperingati ulang tahun Pure Puncak Jagad,
kami kemas juga dalam kegiatan Visit Pariwisata Spiritual Wonogiri. Untuk menggelorakan
tahun kunjungan Jateng atau Visit Jateng Year 2013, akan kami jadikan sebagai
agenda tetap tahunan,“ katanya.
Katua
Parisada Hindu Dharma Kabupaten Wonogiri Putu Suprapto menjelaskan, bahwa
keterlibatan langsung masyarakat sekitar di kompleks Museum Karst sangat diutamakan dalam helatan akbar tersebut.
Warga di sekitar di kompleks Museum Karst diberi kebebasan untuk meneguk keuntungan
ekonomis dari kunjungan umat Hindu ini.
“Yang
menyediakan makanan, air mineral, dan keperluan umum lainnya adalah masyarakat.
Selain itu juga diberi keleluasaan untuk berjualan di sekitar lokasi, namun
tidak diperkenankan mengganggu jalannya acara,“ imbuhnya.
Sementara
Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto menambahkan,
bahwa Pura Puncak Jagad Spiritual menyimpan untuk potensi menambah Pendapatan
Asli Daerah (PAD). “Saat upacara Piodalan Pura beberapa waktu lalu, ternyata
ratusan Umat Hindu itu menginap di Yogyakarta.
Coba jika menginap di sini, warga juga akan ikut bertambah penghasilan selain
tentu pendapat ke kas daerah jika sudah ada pengelolaan,” katanya.
Dijelaskan,
jika ada hotel atau penginapan yang representatif, wisatawan akan kami arahkan untuk
menginap di rumah-rumah penduduk. Hal ini bisa meningkatkan ekonomi mereka.
Saat ini yang bisa merasakan baru pedagang dan kuli angkat junjung dadakan. “Ke
depan akan kami rumuskan potensi ini. Untuk menambah daya tarik, sebelum
Piodalan bisa diagendakan acara-acara budaya,” lanjutnya.
Seperti
diberitakan sejak pura diresmikan empat tahun lalu, sudah dua kali Umat Hindu
dari berbagai daerah di Indonesia
datang berdoa. Tahun lalu lebih dari 1.000 dan beberapa waktu lalu, sekitar
700. Sebanyak 500 umat dari Bali dan lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan dari Makau, dan China, ikut
berdoa. ***(HUMAS-ESTI
SUCI)