Krisis multidimensi berkepanjangan
yang diperparah dengan merebaknya konflik sosial di berbagai daerah menunjukan
adanya kekhawatiran dan kecemasan adanya peningkatan permasalahan sosial dan
disintegrasi sosial. Fenomena ini juga memberikan gambaran betapa rentannya
daya tahan sosial masyarakat menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan
tersebut.
Sehubungan dengan hal tersebut Kementerian
sosial melalui balai besar penelitian dan pengembangan pelayanan kesejahteraan
sosial (B2P3KS) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan komunitas
dalam rangka penelitian pengembangan desa berketahanan sosial melalui penguatan
kelembagaan sosial lokal di Seluruh Indonesia.
Koordinator panitia kegiatan
pelaksanaan pemberdayaan komunitas dalam rangka penelitian pengembangan desa
berketahanan sosial melalui penguatan kelembagaan sosial lokal dari B2P3KS, Dra
Ikawati mengatakan untuk tahun 2012 ada tiga Provinsi yang menyelenggarkan
kegiatan tersebut yakni Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah.
“Untuk Jawa Tengah kami tempatkan di Desa Manggar Kecamatan Sluke Kabupaten
Rembang,” ujar Ikawati.
Menurutnya tujuan dari kegiatan ini
untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat tentang ketahanan sosial,
terwujudnya model pengembangan desa berketahanan sosial yang mampu
memberdayakan kelembagaan sosial lokal yang diukur dari empat dimensi indikator
ketahanan sosial masyarakat yakni perlindungan sosial, partisipasi masyarakat,
pengendalian konflik dan kearifan lokal serta ditemukannya faktor pendukung dan
penghambat dalam replika model pengembangan desa berketahanan sosial.
“Selain itu, tujuan lainnya adalah
teridentifikasinya kondisi ketahanan masyarakat di Desa Manggar Kecamatan Sluke
sebagai salah satu model lokasi daerah tertinggal, diketahuinya kebutuhan
sosial dasar masyarakat di Desa Manggar dan diperolehnya data dan informasi
tentang program pengembangan masyarakat yang telah dilakukan di Desa Manggar,”
ungkap Ikawati.
Ikawati berharap dari hasil kegiatan
ini adalah bertambahnya tingkat pemahaman masyarakat Desa Manggar tentang
ketahanan sosial, terbentuknya model pengembangan Desa Berketahanan Sosial yang
mampu memberdayakan kelembagaan sosial lokal yang diukur dari empat dimensi
indikator ketahanan sosial masyarakat di Desa Manggar dan tersusunnya rencana
aksi dalam bentuk program masing-masing divisi melalui pendekatan dimensi
ketahanan sosial.
“Selanjutnya untuk mendukung rencana
aksi tersebut kami akan memberikan dana stimulan yang turun dalam dua tahap
sebesar Rp 45 juta,” kata Ikawati.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial
tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Rembang Drs H. Waluyo MM dalam sambutan
pembukaan meminta kepada peserta kegiatan untuk mengutarakan semua masalah
sosial yang ada di Desa Manggar sehingga nantinya akan tercipta solusi yang
tepat guna mengatasi masalah tersebut.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta
dari tokoh agama, tokoh masyarakat (toga toma) Desa Manggar Kecamatan Sluke.
Rencananya kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 7 Juni hingga 10 Juni 2012,
di Hotel Pantura Rembang. (Kontributor
Humas Rembang)