Wakil Bupati Temanggung Budiarto minta  petani di desa ngropoh merawat tanaman durian, manggis dan pete  dengan sebaik-baiknya agar tumbuh subur dan cepat berbuah.

 

Permintaan itu disampaikan Wakil Bupati   disela-sela menghadiri khaul sadranan di dusun Getasan Desa Ngropoh Jum’at kemarin (25/5). Diutarakan, sebagaimana diketahui pada akhir tahun 2011 yang lalu  telah dilakukan   penanaman durian jenis montong  di Desa Ngropoh  Kecamatan Kranggan .        

 

Jumlah bibit pohon yang ditanam terdiri dari durian montong 2500  batang,  durian petruk 1000 batang, manggis 2000 batang dan pete 2000 batang. Tanaman tersebut dikelola Gabungan Kelompok Tani Sido makmur desa setempat  dibawah binaan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan.


Menurutnya, petani era sekarang sudah waktunya  bekerja keras dan tenanan serta  produktif  selaras dengan perkembangan teknologi pertanian. Filosofi itu artinya petani  mesti  mau mencoba berpikir maju  belajar dan terus belajar  dalam bercocok tanam  selektif memilih jenis tanaman pertanian yang prospeknya  cerah seperti durian, manggis, pete guna menghasilkan uang. Oleh karena itu  tanaman tersebut  agar dirawat dengan sebaik-baikny supaya tumbuh subur dan cepat berbuah. Dengan demikian cita-cita desa Ngropoh menjadi sentra buah durian unggul, manggis dan pete segera terwujud.

 

Kepala Desa Ngropoh Sunarwoto menjelaskan setelah pencanangan penanaman durian , manggis dan pete  beberapa bulan lalu kini tanaman tersebut tumbuh subur. Petani yang tergabung dalam Gapoktan Sido Makmur aktif bertani secara modern dibawah binaan para PPL. Diharapkan  dalam beberapa tahun lagi tanaman-tanaman tersebut sudah berbuah  sehingga hasilnya segera dapat dinikmati oleh petani.

 

“Kita optimis obsesi mewujudkan desa Ngropoh  menjadi sentra durian berkualitas dapat terealisasi. Dengan demikian petani hidupnya lebih sejahtera “ ujarnya sembari menambahkan guna menambah wawasan,  petani  study banding di Hortimart Ungaran dan Gapoktan Sido Mukti desa Bubakan Mijen kota Semarang  dan desa Gentingan Jambu Semarang binaan yayasan Obor Tani.   (Hms/Edy Laks)