Wereng coklat merupakan
hama global bukan saja menyerang tanaman padi di Indonesia, akan
tetapi menyerang tanaman
padi di Cina, Thailand, Vietnam, India, Bangladesh, Malaysia, Filipina, Jepang,
dan Korea.
Di Indonesia wereng
coklat merupakan hama tua yang sudah lama dikenal sebagai hama yang sampai saat
ini, hampir sudah 80
tahun mulai sejak 1930 hama
ini masih menjadi
kendala dalam peningkatan produksi padi. Serangan wereng coklat pada dasa warsa
1971-1980 mencapai 2.510.680 ha. Sejak 1981-1990 hanya
tercatat 54.770
hektar. Pada dasa warsa 1991-2000 serangannya terus berlanjut mencapai areal
seluas lebih 250.000 hektar.
Pada 2001-2010 data
serangan wereng coklat mencapai 272.580 hektar diantaranya 4.598 hektar puso. Pada awal
tahun 2010 serangan wereng coklat terjadi di berbagai provinsi dengan tingkat
serangan mulai rusak ringan sampai puso. Pada tahun 2010 sampai bulan Juni
serangan wereng coklat di Indonesia mencapai 23.187 hektar termasuk yang puso
tidak kurang dari 2.917 hektar.
Serangan wereng coklat
pada tahun 2010 dapat
dipandang sebagai kejadian luar biasa (KLB) internasioal hal ini sebabkan: a)
Semua negara Asia Tenggara, Asia Selatan, dan sebagian Asia Tengah terkena
serangan wereng coklat, b) serangan wereng coklat pada tanaman padi berakibat
langsung dengan mengisap cairan sel tanaman yang menimbulkan puso, c) akibat
tidak langsung yaitu wereng tersebut dapat mentransfer tiga virus padi yang
berbahaya menyebabkan terjadinya penyakit virus kerdil hampa (VKH) dan virus
kerdil rumput tipe 1 (VKRT-1) dan virus kerdil rumput tipe 2 (VKRT- 2), d)
serangan wereng coklat di beberapa negara Asia Tengah dan Asia Tenggara
dilengkapi dengan serangan wereng punggung putih yang menyebarkan penyakit Rice
black streak dwarf virus (RBSDV) dan RBSDV-2 (Southern Black Streak Dwarf Virus
= SBSDV), e) khusus untuk Indonesia serangan wereng coklat terjadi pada saat
pasca tercapainya program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dengan
mengusung Jambore SL-PTT di Donohudan Solo pada 2009, f) Bahkan serangan hama
wereng coklat dan penyakit virus kerdil dapat mengganggu rencana export beras
sebesar 5.18 dan 5.93 juta ton beras berturut-turut pada 2010 dan 2015 (Deptan
2008).
Penyakit virus kerdil hampa menyerang tanaman padi, Ciri khas
tanaman padi yang terserang antara lain : tanaman
tidak tumbuh dan batang seperti dipelintir sebelum mati, jika tumbuh tanam menjadi kerdil, tepi daun bergerigi, terdapat
garis-garis putih pada pelepah, anakan bercabang dan warna daun menjadi hijau
tua.
Umumnya virus
kerdil hampa menyerang tanaman usia 30 hari. Virus itu sulit diatasi sebab
merupakan dampak ikutan serangan hama wereng cokelat. Virus kerdil hampa
merupakan vektor penular virus tersebut sehingga penanganannya harus bersaman
dengan penanganan wereng cokelat. Virus ini biasanya tidak dengan mudah
menyerang cepat. Jenis virus tersebut baru akan muncul jika wereng sudah berada
di lahan sejak lama. Umumnya yang terserang kerdil
hampa adalah padi yang sudah tiga kali gagal panen. Jika tidak dieradikasi atau
dibakar, virus akan menjalar dibawa wereng lainnya. Tanaman yang terserang oleh hama ini akan mengalami gagal panen. Satu-satunya
jalan penanganan adalah dengan membakar lahan (eradikasi) sebelum ditanami
palawija.
Penyebab ledakan serangan hama wereng coklat antara
lain : 1) Keadaan
cuaca yang tidak pasti dapat berakibat tanaman pertanian mengalami kegagalan baik yang
dikarenakan oleh Serangan
Organisme Pengganggu Tumbuhan separti
hama tikus, wereng, keong mas ataupun bencana alam 2) Pola tanam petani yang berubah. Penanaman yang
tidak serempak serta perubahan iklim yang tidak menentu dapat memacu
pertumbuhan OPT, hal ini dikarenakan siklus OPT yang tidak pernah putus 3)
Teknik penanaman padi yang dilakukan oleh petani tidak menyisakan lahan untuk
tempat bernaungnya musuh alami wereng coklat 4) Pengelola tata air dengan
membuat got yang lebih dalam yaitu 50 cm
sehingga wereng pergi 5) Pemberian pupuk dan insektisida yang saat ini melebihi
kebutuhan sebenarnya dan waktu pemberian dilakukan pada pagi hari, pada hal
saat pagi hari tanaman masih terkena embun, jika insektisida yang
diberikan kapada tanaman akan bercampur
dengan embun sehingga daya basminya menurun.
Cara pengendalian penyakit kerdil hampa adalah
dengan cara memutuskan hubungan antara wereng coklat dengan virus kerdil hampa
pada tanaman padi. Untuk eradikasi tanaman padi atau ratun yang tertular virus
diharapkan petani untuk tidak menanam padi beberapa saat yaitu 1 – 2 bulan.
Menurut data
dari BPTPH Prov.
Jawa Tengah, dari tahun 2007 sampai dengan 2011, serangan hama Wereng Batang
Coklat dapat dilihat pada Tabel berikut :
Tabel
: Perkembangan
Intensitas Serangan Organisme Pengganggu Tanaman Utama Pada Tanaman Padi Di
Provinsi Jawa Tengah Tahun 2007 – 2011 (dalam Ha).
|
OPT
|
TAHUN
|
INTENSITAS SERANGAN
|
|
Ringan
|
Sedang
|
Berat
|
Puso
|
Jumlah
|
|
WBC
|
2007
|
5.979,44
|
291,91
|
60,55
|
43,63
|
6.375,53
|
|
2008
|
3.178,97
|
54,51
|
11,80
|
3,66
|
3.248,94
|
|
2009
|
16.632,51
|
1.172,55
|
1.034,80
|
998,25
|
19.838,11
|
|
2010
|
24.982,00
|
2.333,00
|
553,00
|
4.198,00
|
32.065,00
|
|
2011
|
32.474,00
|
3.867,00
|
804,00
|
13.245,00
|
50.390,00
|