KOTA TEGAL – Peternak Kota Tegal mengembangkan ayam arab yang
dinilai memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis ayam lainnya.
Selain telurnya memiliki protein lebih tinggi dibandingkan dengan
ayam kampung, ayam arab dapat berproduksi terus menerus selama dua tahun.
Pengembangan dilakukan di dua kelurahan yakni Kelurahan Krandon
Kecamatan Margadana dan Kelurahan Tunon Kecamatan Tegal Selatan. Upaya
pengembangan ayam arab berasal dari bantuan pemerintah pusat melalui
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Ditjen Pembinaan Pemerataan Tenaga
Kerja tahun anggaran 2012 sebanyak Rp. 300 juta dengan nama Paket Kegiatan
Padat Karya Produktif I.
Kepala Dinsosnakertrans Kota Tegal Sumito SIP mengatakan kegiatan
ini untuk mengurangi pengangguran dan setengah pengangguran. Kegiatan produktif
ini adalah pembuatan kandang ayam, dengan memelihara ayam arab yang bisa
diambil telornya “Tujuannya untuk menumbuhkembangkan perekonomian dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi
pengangguran dan setengah menganggur di Kota Tegal,” ungkap Sumito, saat
memberikan laporan kegiatan di Kelurahan Krandon Kecamatan Margadana, Kamis
(10/5) kemarin.
Dipilihnya ayam arab karena selain memiliki beberapa keuntungan
juga sesuai dengan pilihan masyarakat yang akan mengelola ternak ini. Sementara
bantuan diberikan kepada dua Kelompok di masing-masing kelurahan dengan
menghabiskan dana sebesar dana Rp. 300 juta. Untuk Kelurahan Krandon terletak
di Gg Melati Tiga RT 03 RW 04, dimana dibangun kandang dengan panjang 16,5
meter, lebar 10 meter dan tinggi 5,5 meter. Pembangunan kandang sejak tanggal
2-24 April 2012. Total ayam yang dipelihara sebanyak 600 ekor, setiap kelompok
mendapat 300 ekor ayam. Di Kelompok Ayam Melati Kelurahan Krandon, kandangnya
diisi 296 ekor ayam arab betina dan 4 ekor jantan. Sementara di Kelurahan
Tunon, kelompok pengelola belum memiliki nama.
Selain menerima bantuan berupa ayam produktif, kelompok pengelola
mendapatkan pakan ternak sebanyak 810 kg, 20 lite jamu, satu alat penyemprot,
satu unit alat penetas, obat-obatan dan peralatan lainnya.
Menurut Wakil Ketua Kelompok Ayam Melati Kelurahan Krandon, Hadi
Sucipto, pihaknya bersama 20 anggota kelompok berterima kasih kepada Pemerintah
Kota Tegal yang telah memberikan bantuan program pengelolaan budi daya ayam
arab di wilayahnya. Sehingga dapat mengembangkan perekonomian warga Kelurahan
Krandon khususnya di RW 04. “Terima kasih adanya ternak ayam arab di wilayah
kami,” ungkap Hadi.
Hadi menyebutkan bibit ayam arab dibeli dari Tulungagung yang
telah berusia 5 bulan. Di usia ini, ayam arab sudah bisa bertelur dengan
masa produksi 2 tahun. Harga telur per butir saat ini 1.200 hingga 2.000 dan
dijual di supermarket yang ada di Kota Tegal.
Walikota Tegal H Ikmal Jaya memberikan sambutan sekaligus
memberikan nama Kelompok pengelola ternak ayam dengan nama Kelompok Ayam
Melati, karena berlokasi di Gg Melati Tiga menyebutkan dengan adanya
pengelolaan ternak ayam ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan
masyarakat. Untuk itu Ikmal Jaya mengajak warga Kota Tegal untuk mendukung
setiap program Pemkot. “Ayo dukung bersama program Pemkot, karena Pemkot ingin
pendapatan masyarakat meningkat dan hidupnya menjadi sejahtera,” harap Ikmal
Jaya.
Ikmal Jaya berjanji jika program ini berhasil, pihaknya akan
memperluas dan menambah kegiatan ini di wilayah RW lainnya. Usai memberikan
sambutan Ikmal Jaya memotong pita dan meninjau kandang ayam arab milik Kelompok
Ayam Melati Kelurahan Krandon.(HumasKotaTegal/Imon)