Wonosobo-Diperlukan peran pihak swasta, masyarakat, media massa, sekolah dan perguruan tinggi, serta ormas maupun LSM yang memiliki kepentingan terhadap sanitasi lingkungan, demi mewujudkan tujuan pembangunan sanitasi di Kabupaten Wonosobo. Peran penting pihak-pihak tersebut, terutama adalah untuk mendukung kinerja kelompok kerja (Pokja) Sanitasi yang telah dibentuk Pemerintah Kabupaten. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif, saat , membuka Kick Off Meeting dan Sosialisasi Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di Pendopo Kabupaten, Senin 30 April 2012.

 

Lebih lanjut, dalam sambutan tersebut juga disebutkan bahwa, untuk mencapai tujuan pembangunan sanitasi lingkungan, yang menjadi inti dari PPSP juga dibutuhkan adanya  koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan sinergitas (KISS) semua komponen. Terwujudnya sanitasi lingkungan yang baik tersebut selain menjadi target PPSP juga dimaksudkan sebagai upaya pemerintah memenuhi tujuan-tujuan Millenium Development Goals (MDGs), khususnya terkait dengan butir 7, yaitu ”mengurangi hingga setengah jumlah penduduk yang tidak punya akses berkelanjutan pada air yang aman diminum dan sanitasi layak Tahun 2015”. Hingga akhir kuartal pertama 2012, berbagai langkah telah dilakukan Pemkab bersama pihak-pihak terkait dan masyarakat, antara lain program pamsimas, pengolahan sampah organik maupun anorganik, imbal swadaya penataan pemukiman dan lingkungan, serta sanitasi lingkungan berbasis masyarakat (SLBM). Khusus untuk SLBM tersebut, Pemkab bahkan telah mendapat pengakuan dengan diraihnya MDGs Award.

 

Namun, pencapaian tersebut, kondisi aktual akses sanitasi yang meliputi air limbah domestik, sampah rumah tangga dan drainase lingkungan yang layak, menurut Bupati masih tergolong rendah. Masih ada lingkungan dengan kualitas buruk, potensi kerugian ekonomi tinggi, serta belum memadainya investasi di sektor sanitasi. Hal itu secara nyata dapat dilihat dari indikator khusus, yaitu munculnya penyakit akibat tidak sehatnya lingkungan seperti diare, infeksi saluran pernafasan (ISPA), maupun penyakit lainnya. Karena itulah, Bupati berharap untuk ke depan, kelompok kerja sanitasi yang telah dibentuk dapat bekerja secara optimal, antara lain dengan menyusun buku putih sanitasi (BPS), strategi sanitasi kota (SSK), serta memorandum program sektor sanitasi (MPSS). Selain itu diperlukan pula profil dan investasi sanitasi untuk dijadikan portofolio bagi daerah. Portofolio tersebut akan dapat berfungsi untuk mengajukan investasi sanitasi di daerah, baik dari pemerintah pusat, lembaga donor, maupun swasta.

 

Dalam acara yang dihadiri pula oleh Ketua Pokja AMPL, Fasilitator PPSP, dan Kepala Satuan Kerja PPLP Propinsi Jawa Tengah tersebut, Bupati juga menegaskan strategi sanitasi kabupaten (SSK) harus didukung dengan upaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya hidup sehat dan selalu memperhatikan kesehatan lingkungan sekitar. Tidak kalah penting, masyarakat juga harus disadarkan untuk menghindari BABS (Buang Air Besar Sembarangan), serta melaksanakan praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau mengurangi, mempergunakan kembali, dan mendaur ulang. Diperlukan pula peningkatan kualitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar menjadi area bersih dan sehat (Sanitary Landfill).

 

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Drs Eko Sutrisno Wibowo MM mengungkapkan bahwa keikutsertaan Kabupaten Wonosobo dalam PPSP sudah sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 660/4500/VI/Bangda tanggal 26 September 2011 tentang penetapan Kabupaten/Kota sebagai pelaksanaan PPSP Tahun 2012. Demi keperluan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga telah menunjuk 5 SKPD, yaitu Bappeda, DPU, Dinkes, Bappermasdes, dan Bagian Humas Setda Wonosobo sebagai pelaksana PPSP. Dengan APBD tahun 2012 sebesar 182 Juta Rupiah, kelima SKPD tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak PPSP, terutama untuk menyusun 4 studi/ kajian meliputi ; Study penilaian resiko kesehatan lingkungan, Survey penyediaan layanan sanitasi, Kajian komunikasi dan pemetaan media, serta Study pemberdayaan masyarakat jender dan kemiskinaan. **newsroom_HumasWonosobo**