Pengelolaan sanitasi harus diperhatikan oleh pemerintah
utamanya juga menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Hal itu dikatakan
oleh Walikota Magelang Ir Sigit Widyonindito MT saat membuka sosialisasi
program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP) Kota Magelang di Aula
Bappeda, Selasa (24/4).
Sigit mengatakan program sanitasi selama ini masih
kurang mendapat perhatian dan belum menjadi prioritas pembangunan di daerah.
Menurutnya, buruknya kondisi sanitasi bisa berdampak negatif pada aspek
kehidupan antara lain turunnya kualitas lingkungan hidup, munculnya berbagai
penyakit, hingga menurunnya tingkat perekonomian daerah.
“Ini harus diperhatikan dan menjadi PR kita semua,
sanitasi di kota magelang harus dikelola dengan baik agar tidak berdampak
negatif,” kata Sigit.
Kepala Badan Perencanaan daerah (Bappeda) Kota Magelang Ir
Joko Soeparno MP mengemukakan, untuk memperbaiki kondisi sanitasi, saat ini
pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sarana
dan prasarana sanitasi di daerah. Salah satunya melalui program PPSP.
Joko menjelaskan, program tersebut merupakan program
sanitasi yang terintegrasi dari pusat hingga ke daerah yang melibatkan seluruh
stakeholder kalangan pemerintah dan non pemerintah di seluruh tingkatan.
“Pelaksanaan program ini butuh sumber daya yang besar,
untuk itu diadakan sosialisasi program ini ke berbagai pemangku kepentingan,
seperti LPM, LKM, industri baik besar maupun kecil serta seluruh SKPD terkait,”
kata Joko.
Tujuan dari sosialisi tersebut adalah agar bisa
memberikan komitmen dan mendukung pekerjaan yang dalam hal ini dilakukan oleh
kelompok kerja (Pokja) sanitasi untuk menyusun buku putih sanitasi (BPS) san
strategi sanitasi Kota (SSK).
BPS dan SSK merupakan acuan bagi perencanaan dak
pelaksanaan program kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi pemukiman di Kota
Magelang. Nara sumber sosialisasi tersebut antara lain satuan kerja penyehatan
lingkungan pemukiman, perwakilan dari Urban Sanitation Development Program
(USDP) , Sekda Drs Sugiharto selaku ketua pokja serta Kepala Bappeda sebagai
sekretaris pokja.
Lebih lanjut, untuk cakupan program sanitasi yang
menjadi perhatian dan prioritas yakni pengolahan air limbah, persampahan,
drainase serta profil air minum di Kota Magelang. “Banyak tahapan-tahapan yang harus dilalui program
tersebut. Nantinya kami berharap agar pemerintah pusat bisa membantu
pelaksanaan program sanitasi di Kota Magelang,” tuturnya. www.jatengprov.go.id/newsroom_Kota MAgelang