Pemkab Kendal melalui Dinas Koperasi dan UMKM gencar memfasilitasi para pengusaha Usaha Mikro Kecil dan menengah untuk mengikuti berbagai event pameran baik lingkup Kabupaten Kendal, tingkat Jawa Tengah maupun Nasional selama tahun 2012.


Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Ir. Subaedi dalam Pameran UMKM menyambut hari Kartini ke-133, di Halaman Gedung C Setda Kendal, Senin (23/4), mengungkapkan, ada sepuluh pameran yang akan diikuti UMKM Kabupaten Kendal dengan berbagai macam produk UMKM berbagai basis antara lain pertanian, perikanan, batik Kendal dan kerajinan kayu atau handycraft.


Tiga pameran berlangsung di tingkat Jateng, semuanya pada bulan Juni yaitu Java Expo di Kota Surakarta, Suropadan Expo di Temanggung dan Pameran Pembangunan Jawa Tengah di PRPP Semarang.


Di tingkat nasional ada tiga kegiatan pameran di Jakarta, Kabupaten Expo di JCC (24-27 Mei), Inacraft (24-29 April) dan Smesco (30 Mei – 3 Juni). Lalu PPUD Expo di Surabaya (15-18 Juni), Bali Titex di Bali (12-15 Juni ) serta Invesda Expo pada bulan Juni di Yogyakarta. Sementara di tingkat local, akan dilangsungkan pada PSPP Kabupaten Kendal (16-23 Juni).


Peran dan Tugas Pemkab Soal UMKM

Menurut Subaedi, tujuan UMKM Kabupaten Kendal mengikuti berbagai pameran dan bazaar adalah memberdayakan potensi ekonomi masyarakat dalam mengembangkan produk UMKM dan sebagai sarana promosi produk unggulan serta meningkatkan perkembangan usaha ekonomi produktif masyarakat.


Sedangkan program untuk merealisasikan ketiga tujuan tersebut, dilakukan dengan pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM serta pengembangan system usaha bagi UMKM.

Perkembangan jumlah UMKM di Kabupaten Kendal sampai kini, menurut Dinkop dan UMKM tercatat 17.604 orang yang terdiri dari usaha mikro kecil sebanyak 16.891 orang dan usaha menengah sejumlah 713 pengusaha. Dengan Jumlah investasi sebanyak Rp. 2.901.718.512,- dengan nilai produksi sebesar Rp. 11.342.907.408,-.


Sementara itu Bupati Kendal, dr. Widya Kandi Susanti, MM dalam sambutannya pada pameran dan Bazar UMKM Hari Kartini menegaskan, UMKM merupakan pilar kekuatan ekonomi rakyat, terbukti dengan tetap eksisnya usaha tersebut kala krisis ekonomi dan politik melanda Indonesia pada tahun 1998.


Menurutnya, kebijakan pembangunan UMKM diarahkan pada sejumlah hal penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan mengembangkan peran usaha mikro, kecil dan menengah sebagai penyedia barang dan jasa denganpasar domestik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bazar Hari Kartini ke-133, diikuti oleh 67 peserta yang erdiri dari Kampung Batik (10 peserta), Kampung nelatyan (6), GOW (25), PKK dan Dharma Wanita (masing-masing 2 peserta), UMKM (18) serta Perbankan (4 peserta).


Produk-produk yang disajikan antara lain aneka produk olahan dari bandeng tanpa duri, bandeng presto, aneka olahan jamur, makanan ringan, jambu biji getas merah segar, 15 macam olahan jambu biji, batik Kendal, produk aneka tas sintak, handycraft serta accessories. www.jatengprov.go.id/newsroom_Kendal