Usai
melaksanakan Upacara Peringatan HUT Linmas Ke-50 Jawa Tengah yang dilaksanakan
di Lapangan Pancasila Salatiga, Tim Penggerak (TP) PKK Kota Salatiga
mendapatkan arahan dari Ketua TP PKK Provinsi Ibu Sri Suharti Bibit Waluyo.
Acara ini dilaksanakan di Ruang Eksekutif Setda pada tanggal 19 April 2012 lalu.
Dalam
sambutannya, Wakil Ketua TP PKK Kota Salatiga, Ibu Etha Rudiyanto menyampaikan
rasa terimakasih atas kesediaan Ibu Sri Bibit memberikan arahan kepada TP PKK
Kota Salatiga. “Semoga dengan arahan dan bimbingan dari beliau akan membawa
semangat tersendiri bagi rekan-rekan pengurus TP PKK Salatiga. Semoga kehadiran
Ibu mampu menyemangati pengurus dan tidak henti-hentinya berjuang demi kemajuan
PKK serta kesejahteraan keluarga,” sambut Ibu Etha Rudiyanto.
Sementara itu Ibu
Sri Bibit mengungkapkan kegembiraannya karena selama menjabat sebagai Ketua TP
PKK Provinsi, beliau baru dua kali bertemu dengan TP PKK Kota Salatiga dalam
forum resmi PKK. ”Maksud dari kedatangan kami adalah untuk mengetahui kendala
yang dihadapi ibu-ibu pengurus PKK Kota Salatiga. Selain itu juga ingin tahu
kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan PKK Salatiga,” sambut Sri Bibit.
”Kita telah
mengusulkan sebanyak 12 lomba dalam kegiatan HKG dan BBGRM. Dari 12 lomba yang
diikuti oleh Jawa Tengah 11 lomba memasuki masuk nominasi. Satu lomba tidak
masuk adalah posyandu, hal tersebut bukan karena Jawa Tengah tidak layak namun karena kita telah berturut-turut
menjadi Juara I Tingkat Nasional,” terang beliau.
Menurutnya, untuk mendukung semua jajaran PKK, telah dibentuk Dewan Penyantun PKK di
tiap-tiap Kota/Kabupaten yang diketuai oleh Kepala Daerah masing-masing. Maka
untuk mendukung kelancaran tersebut bagi kepala SKPD tidak boleh menjadi
pengurus TP PKK.
”Kami juga mohon
untuk laporan kegiatan tahunan atau laporan khusus dilakukan secara tepat
waktu. Selain itu setiap data laporan sebelum disampaikan untuk dituangkan
secara rinci terlebih dahulu,” tambah Sri Bibit.
Usai pengarahan
ibu Gubernur dilaksanakan tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang muncul adalah
mengenai mekanisme upgrading dan
kriteria lomba PKK. ”Kami mengharapkan agar kuisioner perlombaan dikirimkan
oleh provinsi jauh-jauh hari, sehingga kami, PKK Kota mampu mengisinya dengan
baik. Selain itu kami memiliki kendala belum adanya gedung posyandu, selama ini
pos masih menumpang dengan rumah warga. Sehingga jika ada penilaian tidak akan
dapat memperoleh nilai maksimal, karena belum memiliki gedung sendiri,” terang ibu
Kartini.
Sementara itu Staf
Ahli PKK, Bapak Kadar menyarankan agar pelaksanaan posyandu tetap berjalan
terus meski penilaiannya belum maksimal dikarenakan belum memiliki gedung
sendiri. www.jatengprov.go.id/newsroom-Salatiga