WONOGIRI
– Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Ditjen PPHP)
Kementerian Pertanian RI menggariskan bahwa banyak produk-produk lokal unggulan
hasil temuan masyarakat Indonesia yang unik dan punya kelebihan. Untuk itu,
jika ada produk lokal yang unik, masyarakat diminta untuk segera endaftarkannya untuk mendapatkan hak paten. Demikian
diungkapkan Dirjen PPHP DR. Zaenal Bahrudin, M.Si dalam rangkaian kunjungan
pers tour ke kelompok tani Ngudi Rojokoyo di desa Manjung, Wonogiri, Rabu kemarin
(18/4). Rombongan diterima langsung oleh Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto
beserta jajarannya.
“Wonogiri
ini kalau punya produk yang punya kelebihan, segera mendaftarkan diri ke
Kemenkumham. Pemdanya ayolah dimulai sejak tahun 2012 ini juga harus aktif
dalam menginventarisir produk-produk lokal yang ada dan tentunya berbeda dengan
daerah lain,” kata Dirjen PPHP.
Hal
ini dikemukakannya setelah melihat kelompok ternak Ngudi Rojokoyo berhasil menciptakan
pakan ternak sendiri guna mendukung keberhasilan pembibitan dan penggemukan
sapi potong. Dirjen PPHP mendesak Pemda mendaftarkan hasil inovasinya tersebut
ke Kemenkumham. “Seperti susu kuda Sumbawa, kangkung NTB, dan jeruk Garut
langsung didaftarkan ke Kemenhumham. Tujuaannya agar budidaya dan hasil produk
lokal ini punya daya saing di pasaran,” lanjutnya.
Sementara
Bupati Wonogiri mengatakan bahwa Kelompok Tani Ternak (KTT) Ngudi Rojo Koyo ini
adalah sekelompok peternak sapi potong yang menggeluti usaha pembibitan dan
penggemukan. Populasi sapi potong yang dipelihara sejumlah 132 ekor dan
merupakan sapi-sapai peranakan seperti Ongole, Brahman, Simental, Limousin dan
Brahman Cross (BX).
KTT
Ngudi Rojokoyo ini pada tahun 2008 mendapat alokasi anggaran melalui dana Tugas
Pembantuan (TP) Ditjen PPHP yang digunakan untuk membangun pabrik Pakan Ternak
Skala Kecil (PPTSK). Operasionalisasi PPTSK tersebut dimulai pada bulan Mei
2010 dan pada saat ini telah beroperasi secara komersial, baik untuk mencukupi
kebutuhan anggota kelompok maupun masyarakat umumnya.
Pakan
ternak produksi kelompok ternak ini berupa konsentrat yang diberi merek King
Feed. Konsentrat King Feed ini disusun dengan menggunakan bahan baku pakan
berkualitas seperti onggok, bekatul, wheat bran, gaplek, bungkil sawit, tetes
tebu, garam, mineral, dan feed supplement.
"Produksi riil yang telah dicapai hingga saat
ini mencapai 3 ton per hari dengan menggunakan merek dagang King Feed.
Pemasaran produk saat ini telah menjangkau luar daerah seperti Jakarta,
Indramayu, dan Banyumas. Sementara bahan bakunya seperti onggok, kulit kacang
diperoleh dari daerah tersebut. Sedang bahan baku lain seperti limbah kakao,
limbah kopra, serta ampas beer diperoleh dari wilayah lain,” imbuh Bupati. www.jatengprov.go.id/newsroom-wonogiri