Musim
paceklik tahun ini yang dialami sekitar 12.140 nelayan di Kabupaten Brebes, mendapat
perhatian Pemerintah Kabupaten Brebes dengan memberikan bantuan beras. Bantuan ini
untuk meringankan para nelayan yang saat ini tengah mengalmi paceklik karena
sering tidak melaut akibat cuaca buruk.
Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi dalam
penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat nelayan di Desa Karang
Dempel, Prapag Kidul dan Prapag Lor Kecamatan Losari mengajak para nelayan untuk melakukan rekadaya
ketika musim paceklik tiba. “Ketika musim paceklik tiba, bapak-bapak nelayan
bisa alih profesi sementara jadi buruh tani atau buat batu bata”, kata Bupati.
Di saat musim paceklik yang terjadi setiap
tahun ini, nelayan praktis tidak mendapatkan hasil laut. Rekadaya merupakan
salah satu solusi untuk meberdayagakan sumber daya manusia agar roda ekonomi
keluarga tetap berjalan. Bupati memberikan wejangan agar pola hidup konsumtif
bagi sebagian nelayan ketika hasil tangkapan melimipah tidak lagi dilakukan,
Bupati mengajak untuk memulai hidup hemat.
Bantuan beras diberikan kepada 449 nelayan
Desa Karang Dempel, 871 nelayan Desa Prapag Kidul, 718 nelayan Desa Prapag Lor,
masing-masing kepala keluarga mendapatkan 4 kg beras. "Beras ini sama
kualitasnya dengan yang saya makan," tambah Bupati.
Salah seorang penerima bantuan Tarsono warga
Desa Karang Dempel menyambut baik bantuan beras paceklik. “Alhamdulillah,
semoga Bupati tetap member bantuan ketika musim paceklik tiba” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Agung
melihat proses packing kepiting ekspor di salah satu rumah produksi di Desa
Prapag Kidul. www.jatengprov.go.id/newsroom-Brebes