BANJARNEGARA - Salah satu obyek wisata air terjun yang dimiliki Banjarnegara yaitu curug pitu yang berada di Desa Sigaluh memerlukan perbaikan akses jalan yang memadai agar menjadi salah satu obyek wisata andalan di Banjarnegara.


“Dalam rangka pengembangan obyek wisata, Dinas Pariwisata akan mengembangkan curug pitu sebagai obyek wisata andalan  di Banjarnegara selain dua destinasi yang sudah ada yaitu Dataran Tinggi Dieng dan
TRMS Serulingmas, menurut rencana  pembangunannya akan di mulai tahun 2013 mendatang melalui APBD,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara melalui Kasie Sumberdaya manusia pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Eryantho Arif kemarin. 


Selain akses jalan pengembangan juga akan dilakukan pada lokasi wisata seperti perbaikan sarana dan prasarana di sekitar lokasi wisata curug pitu seperti MCK akses jalan menuju curug paling atas serta tempat istirahat bagi wisatawan.

“Untuk memudahkan wisatawan yang akan berkunjung  juga akan di bangun papan  penunjuk jalan menuju lokasi wisata,” tambahnya.


Jika melihat akses, Curug Pitu sangat mudah, dari jalan propinsi Banjarnegara - Wonosobo, masuk ke pertigaan Tekidadi hingga ke lokasi Curug Pitu. Sementara bagi yang menggunakan kendaraan pribadi dari arah barat  yaitu Purbalingga, Banyumas, Purwokerto, dan Cilacap cukup ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit dari pusat kota Banjarnegara.

“Dari arah Wonosobo sendiri kurang lebih memakan waktu 40 menit dari pusat kota Wonosobo hingga sampai di Curug Pitu,”Tambah Arif Sementara Kepala Desa Sigaluh Sarwono saat di temui di kantor desa setempat berharap selain curug pitu dia meminta ada pengembangan obyek wisata curug pitu hingga  bukit cinta, terutama akses jalan menuju lokasi bukit tersebut.


“Selama ini bukit tersebut banyak di gunakan untuk kegiatan olah raga seperti sepeda gunung dan dan off road, jika di paketkan dengan obyek wisata curug pitu, bukit cinta pasti ramai dan menjadi tujuan bagi para penggemar wisata hutan,” kata Sarwono. 
Curug Pitu merupakan air terjun yang memiliki tujuh buah tingkatan dari atas ke bawah sehingga diberi nama Curug Pitu.


Untuk melihat keselurahan rangkaian tingkatan curug ini harus berjalan kaki naik ke atas atau ke arah hulu, dimana jalan yang harus dilalui berupa jalan setapak yang sempit dan cukup licin. Diantara rangkaian tingkatan ini curug yang ke tujuh, yang terletak paling bawah, merupakan curug yang paling besar dan tinggi.  Ketinggian curug ke tujuh ini sekitar 30 m dengan kolam dibawahnya yang dapat digunakan untuk mandi atau berenang.


Sayangnya curug ini sudah kurang terawat dan terjaga sehingga terlantar.  Selain itu  tak jauh dari Curug Pitu ini juga ada curug lain yang bernama Curug Kemiri. Orang Banjarnegara asli lebih mengenalnya dengan sebutan Curug Kemiri, karena letaknya berada di sebuah desa bernama Kemiri, 
Kecamatan Sigaluh.

Pemda Banjarnegara sendiri lebih mengenalkan curug Kemiri sebagai Curug Pitu karena  air terjun tersebut memiliki 7 tingkat air terjun yang masing-masing tingkat berjarak tidak terlalu jauh dari tingkatan di bawahnya. **www.jatengprov.go.id/newsroom_HumasBanjarnegara_anhar