SUKOHARJO - Sekitar 250 anggota Gabungan Kelompok Tani se Kecamatan Nguter Kabuaten Sukoharjo menemui Bupati Sukoharjo,H.Wardoyo Wijaya,SH.MH, Rabu malam (21/3), di Rumah Dinasnya. Rombongan petani tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian,Ir.Giarti, Camat Nguter dan UPTD Pertanian Nnguter dan para Kepala Desa se Kecamatan Nguter.


Mengawali acara tersebut Camat Nguter, Aji Setyo Nugroho menyampaikan bahwa maksud dan tujuan audiensi ini adalah untuk menyampaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi para petani untuk disampaikan secara langsung kepada Bupati Sukoharjo.


Dalam pengarahannya Wardoyo Wijaya mengatakan bahwa untuk mewujudkan program nasional surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014 dan surplus daging maka para petani di Sukoharjo mendapat perhatian oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam bentuk bantuan sarana prasarana seperti pembangunan embung di Celep senilai Rp.900.000.000, pembangunan saluran-saluran irigasi, pemberian bantuan bibit padi, bantuan sapi dan bantuan obat-obatan.

 

Selain itu, Bupati juga aktif ke Kementrian Pertanian untuk mencari bantuan dari Pemerintah Pusat demi kesejahteraan rakyat Sukoharjo.Untuk itu para petani juga harus kompak dalam bertani,menjaga kebersamaan dengan pola tanam yang serempak sehingga mudah dalam menanggulangi hama.

 

Dalam kesempatan tersebut bupati juga  menyampaikan keberhasilan bidang pertanian di tingkat nasional bahwa P3A Herguno Merto desa Mulur keluar sebagai juara I tingkat Nasional, Hutan Rakyat di Kec.Weru juga juara Nasional, Kelurahan Kenep Sukoharjo tgl 27 Maret 2012 juga mewakili Jawa Tengah dalam Lomba Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tingkat nasional.


Bentuk komunikasi antara pejabat dengan rakyat ini agar terus dikembangkan di tingkat Kecamatan sehingga apa yang dibutuhkan rakyat dapat segera diketahui dan dicarikan jalan penyelesaiannya.


Diakhir pengarahannya bupati memberikan kesempatan 4 orang untuk menyampaikan permasalahan, masing-masing Toro Sulasno, Ketua Gapoktan Desa Pengkol menyampaikan bahwa hasil panen tahun ini bagus tetapi harga gabah anjlok hanya Rp.27.000/Kg. untuk itu pemerintah agar menjaga kesetabilan harga gabah.


Bupati menjawab bahwa mengenai hal ini Pemkab Sukoharjo telah merencanakan akan mendirikan BUMD untuk membeli gabah petani sehingga harga gabah pasca panen stabil.

    
Sementara, Tunggak Suseno Ketua Gapoktan Desa Nguter mengusulkan karena setiap panen sulit mencari tenaga kerja minta dibantu oleh pemerintah tleser untuk  untuk memanen padi. Bupati akan mempertimbangkan masalah ini karena tidak mungkin yang satu diberi yang lainnya tidak akan terjadi kecemburuan.


Selanjutnya, Redati Gapoktan Ds.Lawu menyampaikan adanya genangan air yang merendam lahan pertanian agar dicarikan jalan pemecahannya.Menanggapi masalah  tersebut Camat Nguter agar membuat laporan sehingga secara teknis akan ditangani oleh DPU Sukoharjo.

 

Kemudian Sukoman dari Gapoktan Desa Serut menta bantuan Sumur karena saat kemarau kekurangan air.Menanggapi hal ini Bupati memerintahkan kepada Kepala Dinas  diperhatikan usulan tersebut.


Demikian penjelasan Kabag Humas Setda Kab.Sukoharjo,Sriwati Anita,SE melalui Kasubag Pemberitaan Media Massa  dan Santel, Suharno,S.Sos.Msi saat menghadiri acara tersebut di rumah dinas Bupati Sukoharjo.  **(HN)**