Arahan Pak Gub.JPG

SEMARANG – Gubernur H. Bibit Waluyo menegaskan bahwa kontrak kinerja yang telah ditandatangani merupakan bentuk kesanggupan untuk bisa diwujudkan dengan membutuhkan komitmen, tata kerja dan tata kelola yang baik.

 

“Mewujudkan target kinerja yang telah ditandatangani merupakan hal yang berat bila tanpa konsep perencanaan yang baik. Untuk itu diperlukan kerja keras yang sungguh-sungguh dengan konsep yang jelas dan riil serta terkoordininasi yang baik antara pusat dan daerah”, tegasnya.

 

Hal itu disampaikan Gubernur Bibit Waluyo ketika memberikan arahan pada kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Peternakan (Rakortek) 2012, di Kantor Gubernur Jawa Tengah Gedung A Lantai II Jl. Pahlawan No. 9 Semarang, Kamis lalu (15/3). Rakortek 2012 kali ini mengambil tema "Pencapaian Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDS/K) 2014 Jawa Tengah melalui Pendekatan Kawasan yang Berbasis Komoditas Unggulan serta Berkelanjutan".

 

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari acara Rakortek Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dilaksanakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah tanggal 14 hingga 16 Maret 2012, dan diikuti oleh 35 Kepala Dinas yang membidangi fungsi peternakan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Perwakilan 3 Bakorwil Provinsi Jawa Tengah serta pejabat struktural Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.

 

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan bahwa konsep memelihara sapi yang sehat itu harus dipenuhi pakan konsentrat 7 kg, rumput 1/2 kw  dan minum air 40 liter per harinya. Kebutuhan sapi per hari harus dipenuhi untuk mendapatkan sapi yang sehat dan gemuk.

 

Oleh karena itu sangat penting untuk membuat embung-embung di daerah kritis air di musim kemarau, seperti di Blora dan Rembang. Menjaga kesehatan ternak dengan mewaspadai penyakit antrax melalui tindakan cepat lakukan langkah vaksinasi, dan menata kandang yang sehat dalam artian rumah pemelihara dan kandang ternak terpisah.

 

Dalam rangka mewujudkan swasembada daging sapi 2014 Gubernur berpesan untuk mengoptimalkan fungsi BIB Ungaran sebagai sumber bibit sapi berkualitas ke daerah-daerah. 

 

Arahan gubernur diharapkan akan menambah semangat dan dukungan bagi kepala Dinas kabupaten/kota untuk bersama-sama berusaha keras dan sungguh-sungguh dalam mewujudkan swasembada daging sapi kerbau 2014.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Ir. Whitono MSi ketika melaporkan kepada Gubernur tentang kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat di Jawa Tengah yang sejalan dengan visi Jawa Tengah yaitu Terwujudnya Masyarakat Jawa Tengah yang Semakin Sejahtera, dan dalam rangka mewujudkan Swasembada Daging Sapi dan Kerbau 2014, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah telah membentuk Unit Manajemen PSDSK 2014 Tingkat Provinsi.

 

Selain itu juga melakukan 5 langkah kegiatan pokok untuk mewujudkannya yaitu, Peningkatan produktivitas dan reproduktitas sapi local ; Penyediaan bakalan/daging sapi local ; Pencegahan pemotongan sapi betina produktif ; Penyediaan bibit sapi dan Pengaturan stok daging sapi dalam negeri merupakan kebijakan pemerintah pusat yang secara bertahap akan menurunkan import daging dan sapi bakalan. 

 

Pada momentum tersebut dilakukan penandatanganan secara simbolis kontrak kinerja antara Kepala Dinas yang membidangi fungsi peternakan kabupaten/kota dengan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Kontrak kinerja ini dalam rangka mewujudkan target pencapaian populasi dan produksi daging sapi dan kerbau 2012 serta pencapaian penyerapan anggaran tiap triwulan di tahun 2012. 

 teken kontrak.JPG

Secara simbolis penandatanganan kontrak kinerja ini diwakili oleh 3 kepala dinas yaitu Drh. Riyanto, MM Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Grobogan sebagai perwakilan Bakorwil I, Ir. Karyoto, MSi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Wonosobo sebagai perwakilan Bakorwil II, dan Ir. Nono Setyawan Kepala Dinas Kab. Brebes sebagai perwakilan Bakorwil III.    **HumasJateng_<admin>**