Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten
Rembang bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro
Semarang, Selasa lalu (13/3), mengadakan pertemuan dengan Ketua Kelompok
Tani-Ternak dan perorangan pelaku penggemukan ternak sapi, di aula setempat.
Sebanyak 60 orang peserta dibekali tekhnik pengolahan bahan baku pakan
ternak, sehingga tidak perlu membeli dari luar daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan
Rembang, Suratmin, dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, potensi peternakan
cukup menggembirakan dan bahan baku pakan ternak sangat melimpah. Tinggal
mendapat pelatihansecara simultan agar semua potensi yang ada dapat
dikembangkan secara swadaya untuk mencukupi kebutuhan peternak di wilayah
Rembang.
Disebutkan Suratmin,
populasi ternak sapi di Rembang sebanyak 152 ribu ekor, kambing 126 ribu ekor,
domba 97 ribu ekor dan unggas 93 ribu ekor. Tentunya dalam setahun membutuhkan
banyak pakan. Untuk potensi bahan baku pakan ternak di Rembang sangat banyak
dan mudah didapat, antara lain luasan lahan padi mencapai 40 ribu hektar,
jagung 25 ribu hektar, tebu 7 ribu hektar, kedelai 6 ribu hektar, kacang hijau
dan kacang tanah masing-masing 4 ribu hektar. Limbah dari komoditas tersebut
dapat diolah sendiri menjadi pakan ternak,
Suratmin berharap seluruh peserta
mengikuti kegiatan dengan serius dan mengimplementasikan hasilnya secara nyata, terutama untuk mengantisipasi
kelangkaan pakan ternak di musim kemarau. Jika selama ini di musim kemarau
pemilik ternak harus membeli pakan mencapai biaya Rp 800 ribu hingga 1,5 juta
dari luar kota maka dengan terpenuhinya kebutuhan pakan secara swadaya, tentu
pengeluaran peternak berkurang signifikan dan hidup lebih sejahtera.
Ditambahkan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang sendiri akan menindaklanjuti kegiatan tersebut berupa upaya mengajukan bantuan peralatan
tepat guna yang dibutuhkan kelompok tani-ternak dan perorangan pelaku
penggemukan ternak sapi, supaya lebih mudah beroperasional. Seperti halnya
disalurkannya modal kerja dan peralatan produksi pakan ternak konsentrat dari
Kementrian Pertanian dalam waktu dekat ini untuk Soleh warga Desa Jatisari
Kecamatan Sluke, salah satu pemilik usaha pakan ternak yang dinilai layak
menerima bantuan.
Sementara itu dua nara sumber dari
Fakultas Peternakan UNDIP, Cahya Setyanto dan Meri Kristianto, dalam paparannya memperkenalkan dua metode
tekhnik pengolahan pakan ternak yaitu dengan alat dan tradisional berbasis
bahan baku lokal. Mengingat potensi di Rembang sangat melimpah dan mudah
didapat serta tingkat kesulitan di lapangan, maka cenderung diarahkan cara
mengolah pakan ternak secara tradisional.
Kedua nara sumber memperkenalkan tiga cara
pengolahan limbah pertanian yang dapat dikembangkan menjadi pakan ternak, yaitu
fermentasi, amoniasisasi dan gabungan antara dua cara tersebut. Dilanjutkan
para peserta diajarkan praktek membuat pakan ternak berdasar tiga cara tadi dan
dipersilahkan nantinya menggunakan cara yang dinilai paling mudah. (Humas
Rembang)