Press Release :
SRAGEN - Jika dalam skala nasional secara rata-rata hasil panen
hanya mencapai angka 5,1 ton per hektar, di Propinsi Jawa Tengah bisa mencapai 9 hingga 10 ton per hektar.
Presiden berharap nantinya rata-rata panen padi secara nasional akan bisa naik mencapai
8 ton per hektar. Menurut Presiden, jika kekurangan sandang, manusia bisa
hidup, kekurangan papan , juga masih bisa hidup tapi tanpa pangan manusia tidak
bisa hidup. Untuk itu pemerintah akan memberikan perhatian yang lebih dalam
mencapai kenaikan produksi pangan nasional. Hal tersebut dikatakan Presiden RI
Susilo Bambang Yudhoyono saat mengunjungi panen raya padi di desa Bener
Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen, Jumat (17/2).
Lebih lanjut Presiden mengatakan,
untuk mencapai peningkatan produksi pangan nasonal, Presiden menghimbau kepada
seluruh Gubernur, Bupati, Camat dan Lurah untuk dekat dan turun langsung ke
petani, serta berdialog dan komunikasi dengan petani dalam meningkatkan
produksi pangan. “Sesekali saya lihat ada kepala Desa demo di Jakarta, memang
tidak dilarang, karena itu hak politik mereka, tapi alangkah baiknya bila para
Kepala Desa itu turun langsung ke sawah-sawah mendampingi para petani untuk
meningkatkan produksi pangan,”tuturnya.
Sebelum berkunjung ke
Kabupaten Sragen, Presiden sempat mendengar kabar jika padi yang akan di panen
raya terkena serangan hama wereng. Tapi setelah berkunjung langsung ke lokasi
persawahan panen raya, Presiden mengaku tidak melihat adanya serangan hama wereng.
“Alhamdulillah, ternyata persawahan di depan kanan dan kiri saya tidak ada
lahan sawah yang terkena serangan hama wereng,” kata Presiden.
Presiden menhimbau kepada
para petani untuk tidak khawatir akan serangan hama wereng. Untuk menghadapi
serangan hama wereng, Pemerintah tidak akan tinggal diam, tapi selalu
menciptakan obat pembasmi hama wereng yang terbaik. Presiden juga menghimbau
para petani agar fokus untuk bercocok tanam, karena saat ini iklim di Indonesia
cukup kondusif. “Manfaatkan iklim yang bersahabat ini untuk fokus bercocok
tanam,” tuturnya.
Kunjungan Presiden ke Sragen
ini merupakan hari kedua setelah kemaren melakukan kunjungan ke Museum
Sangiran. Presiden tiba dilokasi panen raya sekitar pukul 10.00 Wib, setelah
istirahat sebentar di ruang transit, Presiden langsung menuju kelokasi panen
didampingi oleh Menteri Pertanian Suswono, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo
dan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman. Panen raya ini juga dihadiri ratusan
petani, Forum Muspida Jawa Tengah dan Forum Muspida Kabupaten Sragen. Presiden
juga memberikan bantuan 500 ton pupuk organik ke kelompok tani di 20 kecamatan
se-kabupaten Sragen. Usai acara panen raya, Presiden langsung kembali ke
Bandara Adi Sucipto Solo untuk menuju ke Jakarta. *Humas_JatengNewsroom