WONOSOBO - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Hj Sri Suharti Bibit Waluyo terkesan dengan perkembangan industri UMKM di Kabupaten Wonosobo. Hal ini diungkapkannya pada peresmian Bimbingan Teknis (Bintek) Penumbuhan Wirausaha Baru Bidang Mendong, Makanan, serta Workshop Pengembangan Desain Busana di Pendopo Kabupaten, Selasa (14/2).

 

Istri Gubernur Jateng yang akrab disapa Bu Bibit mengungkapkan bahwa Wonosobo sangat kaya akan potensi kerajinan dan usaha kecil menengah, sehingga pertumbuhan sektor UMKM dapat optimal.

 

Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk terus mendorong pertumbuhan wirausaha adalah dengan memberikan pendampingan kepada para wirausahawan. Bentuk pendampingan tersebut dapat berwujud pelatihan dan bintek seperti yang diadakan oleh Dekranasda Kabupaten Wonosobo.

 

Khusus untuk para perajin busana, Sri Suharti meminta agar lebih kreatif dalam pengembangan usaha, seperti membuat sepatu, tas, maupun aksesoris lain. Mereka juga diminta untuk meningkatkan kualitas pembuatan, pemasaran, dan penggunaan bahan dan busana lokal, seperti batik tenun khas Wonosobo. Selain itu, para perajin busana juga harus mengembangkan kreativitas busana dengan motif tradisional khas daerah untuk menunjang pariwisata.

 

Selain itu, mereka juga diminta dapat mempromosikan dan memasarkan potensi busana lokal pada berbagai kegiatan yang diadakan Pemda, maupun Pemprov. Demi peningkatan kualitas produk UMKM, Sri Suharti juga meminta jajaran Dinas dan SKPD terkait untuk membantu fasilitasi pembinaan kepada para pengrajin.

 

Menurut Sri Suharti, kesuksesan UMKM di Kabupaten Wonosobo akan membuat para pengrajin tersebut mampu bersaing di era perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA).

 

Kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Wonosobo, Aina Liza Kholiq Arif, Sri Suharti juga menyampaikan apresiasi, terkait usaha menciptakan wirausaha baru di bidang anyaman mendong dan makanan sebagai upaya mendorong tumbuhnya kreativitas serta produktivitas masyarakat, melalui Bimbingan Teknis dan workshop.

 

Sedang kepada para pengusaha mikro peserta Bintek, Bu Bibit meminta agar memanfaatkan Bintek tersebut untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Pengetahuan yang baik akan mampu mendorong peningkatan kualitas produk, termasuk dalam segi pengemasan produk sehingga akan lebih menarik.

 

Dalam kesempatan itu, Sri Suharti yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jateng juga menyerahkan bantuan berupa 30 unit mesin jahit dan 30 unit mesin obras untuk para pengusaha batik di Kabupaten Wonosobo. Bantuan secara simbolis tersebut diterima oleh Dwi Anisa Lestari.

 

Sementara, Bupati Wonosobo HA Kholiq Arif dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah melalui Dekranasda Kabupaten senantiasa mengupayakan fasilitasi untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM.

 

Salah satu upaya Dekranasda tersebut adalah dengan penyediaan Showroom (ruang pamer) bagi para penggiat UMKM. Dengan adanya showroom yang terletak di komplek Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo itu, pembinaan terhadap para pengusaha UMKM akan lebih fokus. Selain itu, showroom itu juga menjadi media pemasaran secara langsung produk-produk unggulan daerah, serta menjadi gerbang pariwisata Kabupaten Wonosobo.

 

Bupati berharap para wisatawan yang singgah di Wonosobo dapat memanfaatkan showroom tersebut untuk mencari oleh-oleh khas, baik berupa makanan, maupun hasil-hasil kerajinan. Ke depan showroom itu juga akan berperan penting untuk pengembangan sektor UMKM dalam hal peningkatan kualitas produk, baik dari sisi desain dan kemasan.

 

Dengan produk-produk berkualitas dan dapat dibanggakan, target Kabupaten Wonosobo menjadi Kabupaten Seribu UMKM akan mudah terwujud. Hal itu juga dinilai akan sangat sinergis dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Visit Jateng 2013.  * Humas Wonosobo