PEMALANG - PNPM Mandiri Perdesaan dalam programnya membangun banyak sarana dan prasarana di perdesaan yang manfaatnya banyak diperlukan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, diantaranya pembangunan pasar desa, jembatan, jalan, saluran air/talud dan sebagainya yang terkait dengan kebutuhan dalam kehidupan bermasyarakat di pedesaan.

 

Hasil pembangunan PNPM Mandiri Perdesaan diresmikan oleh Bupati Pemalang H. Junaedi, SH, MM. Peresmian PNPM Mandiri Perdesaan dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut diawali pada hari Rabu 11 Januari 2012 di Desa Ujunggede Kecamatan Ampelgading; Desa Tasikrejo Kecamatan Ulujami; Desa Sidorejo Kecamatan Comal; Desa Babakan, Jatiroyom dan Desa Longkeyang Kecamatan Bodeh.

 

Menurut Bupati, pembangunan pasar desa di Desa Ujunggede Kecamatan Ampelgading merupakan pertemuan masyarakat dari berbagai desa bahkan berbagai daerah yang menjajakan dagangan dan mencari dagangan kebutuhan masing-masing sehingga pertukaran barang sangat baik dan berguna bagi perkembangan ekonomi masyarakat desa Ujunggede dan masyarakat Kecamatan Ampelgading pada umumnya sehingga secara makro masyarakat Kabupaten Pemalang juga terangkat.

 

Bupati berpesan kepada para pedagang di Pasar Desa Ujunggede, agar pandai-pandai merawat pasar diantaranya kebersihan, kesehatan lingkungan maupun keakraban dengan sesama pedagang, sehingga tercipta keharmonisan dalam mencari penghasilan/ekonomi.

 

Menurut Kepala Desa Ujunggede, pembangunan pasar desa tersebut menelan biaya Rp. 158.560.500,- yang terdiri dari BLM PNPM integrasi Rp. 137.060.500,- dan swadaya masyarakat sebesar Rp. 21.500.000,- dengan fasilitas los pasar, WC umum, air bersih dan instalasi listrik.

 

Usai peresmian pasar, Bupati melanjutkan peresmian Jembatan Melati di Desa Tasikrejo Kecamatan Ulujami. Jembatan tersebut yang menghubungkan anatara desa Tasikrejo dengan desa Blacanan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan. Jembatan yang potensial sebagai jalur transportasi/sirkulasi angkutan kembang melati tersebut mempunyai nilai positip bagi masyarakat Tasikrejo dan Blacanan, sehingga melancarkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat kedua desa tersebut. Disebut desa Melati, menurut Bupati karena jembatan yang menyatukan dua desa lain Kabupaten yang perekonomiannya melalui pertanian melati, sehingga sangat bersejarah bagi masyarakat sekitarnya.

 

Lain halnya dengan Kepala Desa Sidorejo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang, memberikan nama jembatan yang dibangun oleh PNPM Mandiri Pedesaan dan swadaya masyarakat dengan senilai Rp. 125.219.500,- terdiri dari dana  PNPM Mandiri Pedesaan sebesar Rp. 116.416.000,- dan swadaya masyarakat sebesar Rp. 8.800.000,- dengan nama jembatan SIDOAYU karena jembatan yang menghubungkan antara Desa Sidorejo dengan Desa Sikayu yang berpotensi sebagai jalur perekonomian/transportasi pengiriman hasil kerajinan maupun hasil tani ke pasar Comal maupun ke daerah lain.

 

Disamping itu PNPM Mandiri Pedesaan juga perbaikan jalan makadam (jalan desa) yang menghubungkan Desa Sidorejo dengan Desa Sikayu sepanjang 1500 meter lebar 3 meter dengan biaya sebesar Rp. 179.415.000,- serta gorong-gorong air irigasi senilai Rp. 5.944.000,- pembuatan Talud senilai Rp. 7.282.000,- dan rehab jembatan senilai Rp. 18.427.000,-

 

Menurut Bupati Pemalang, jembatan yang berpotensi perekonomian tersebut agar masyarakat dapat menjaga kelestariannya, siapapun orangnya berhak untuk merawat minimal tidak membiarkan jembatan tersebut dilewati kendaraan yang bermuatan melebihi standar kapasitas jembatan. Jika masing-masing mengindahkan aturan tersebut maka jembatan Sidoayu akan tetap lestari keindahan dan keuatannya sehingga arus transportasi tetap lancar, dan ekonomi tetap meningkat,” katanya.

 

Bupati juga meresmikan bak penangkaran/budidaya belut hasil program PNPM Mandiri Pedesaan dan swadaya masyarakat serta menebarkan benih belut di Desa Babakan Kecamatan Bodeh.

  

Menurut Bupati, budidaya belut sebagai peningkatan perekonomian masyarakat desa Babakan. Pada kesembpatan yang sama Bupati juga memberikan bantuan kepada warga yang menempati rumah tak layak huni kepada 3 (tiga) KK masing-masing sebesar Rp. 2.500,000,- untuk memperbaiki rumah tersebut. Dilanjutkan peninjauan jalan makadam yang menghubungkan Desa Jatiroyom Kecamatan Bodeh sepanjang 2,5 Km dengan lebar 3 meter menuju jalan provinsi Bodeh.

 

Bupati juga meresmikan jembatan kali Polaga Desa Longkeyang Kecamatan Bodeh ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, menandai mulai dibukanya jembatan tersebut untuk penyebrangan dan dapat dilalu sebagai lalulintas antar desa.   **kontributorHumasPemalang