Slawi, JTNR (12/11)
Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 45 Tingkat Kabuaten Tegal berlangsung di Halaman Kantor Camat Tarub, kamis (12/11). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Tegal H. Moch. Herry Soelistiyawan, SH. M. Hum, diikuti oleh para PNS dari Pemda, Jajaran Dinkes, RSUD Dr. Soeselo Slawi, RS. PKU Muhamadiyah Adiwerna, RS. Mitra Siaga dan RS TK IV Kodim 0712 Tegal, Puskesmas se Kabupaten Tegal dan Sekolah Kesehatan, Organisasi Profesi Kesehatan dan masyarakat setempat.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kab. Tegal Dr. Joko Widodo Mulyono, M.Kes. MMR, melaporkan, HKN ke 45 yang jatuh pada tanggal 12 November 2009 mengangkat tema : Lingkungan Sehat Rakyat Sehat, dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan dan penyerahan hadiah hasil kejuaran. Kegiatan peringatan HKN ke 45 ditandai dengan peresmian Puskesmas Kesamiran-Tarub sekaligus gerakan penghijauan Puskesmas dan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Selain itu, juga diselenggarakan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun di Ponpes Hasyim Asyari Brekat-Tarub, Pencanangan Kawasan tanpa Rokok dimuali dari Institusi Kesehatan, Seminar Ilmiah, Gendu-Gendu Rasa di Radio, dan Pertandingan Olahraga seperti Catur, Tenis Meja, Bulutangkis dan Jalan Sehat.
Dilaporkan, pada tahun 2009, merupakan tahun lingkungan, maka kita semua perlu melihat masalah lingkungan yang masih merupakan masalah yang cukup besar di bidang kesehatan. Masalah lingkungan yang saat ini masih perlu mendapat perhatian cukup besar, yakni terbatasnya ketersediaan dan akses air bersih, rendahnya akses sanitasi, tingginya polusi udara dan masih rendahnya proporsi rumah tangga dengan PHBS. “Saya berharap, kita semua dapat menggalakkan semangat untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Karena dengan semangat yang tinggi serta PHBS, kita telah berada pada arah yang tepat menuju Rakyat yang Sehat”, pintanya.
Menkes RI dalam amanat tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Tegal mengatakan, tujuan pembangunan kesehatan sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009, diarahkan untuk mencapai empat sasaran, yaitu meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH) dari 66,2 tahun menjadi 70,6 tahun, menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB) dari 35 menjadi 26 per 100.000 kelahiran hidup, menurunya Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dari 307 menjadi 266 per 100.000 kelahiran hidup dan menurunya prevalensi gizi kurang pada anak balita dari 25,8 % menjadi 20,0 %. Capaian keempat sasaran tersebut telah menunjukkan keberhasilan yang cukup baik. Seperti UHH = 70,5 tahun, AKB = 34 per 100.000 kelahiran hidup, AKI menjadi 228/1.000 kelahiran dan gizi kurang menjadi 13 %.
Menkes mengatakan, seiring dengan tahun 2009 sebagai tahun lingkungan dan melihat masalah lingkungan yang masih merupakan masalah cukup besar di bidang kesehatan, maka melalui momentum HKN ke 45 ini kita harus berupaya secara terus menerus untuk melakukan peningkatan dan perbaikan dalam meningkatkan lingkungan sehat. Hal ini dapat dilihat dengan indikator pada Januari 2010 harus mencapai sarana air minum sebanyak 1379 lokasi, dan peningkatan sanitas di 61 lokasi. Sedangkan indikator kinerja pada tahun 2014 adalah tercapainya program air bersih yang menjangkau 67 % penduduk dan peningkatan sanitasi dasar berkualitas untuk 75 % penduduk. Dengan upaya ini diharapkan penyakit-penyakit yang ditimbulkan karena lingkungan yang tidak sehat akan menurun.
“Saya yakin, derajat kesehatan masyarakat akan mengalami peningkatan yang bermakna manakala pemerintah, swasta dan masyarakat bersungguh-sungguh untuk meningkatkan indikator dan kualitas lingkungan yang sehat serta memperkuat upaya pemantapan PHBS, disamping peningkatan kinerja sumber daya dan sarana pelayanan kesehatan”, tandasnya. (ed.BS)