Demak, JTNR (12/11) - Pada Bulan Nopember, petani buah naga di Kabupaten Demak mulai menaruh harapan besar terhadap hasil tanamannya. Buah naga yang mulai berbunga pada Bulan November, hasilnya bisa dipetik pada Bulan Desember. Di Bulan Desember pun tanaman tersebut tetap berbunga dan buahnya dipetik Januari. Begitu seterusnya hingga akhir berbuah pada Bulan Mei.
Membudidayakan buah naga di Kabupaten Demak memang belum lazim layaknya melakukan budidaya jambu air, mangga dan belimbing, ataupun buah-buahan hortik seperti melon dan semangka. Namun ternyata, budidaya buah yang dipercaya mengandung banyak kasiat tersebut telah dilakukan warga Demak dan hasilnya cukup memuaskan.
Suripto, warga Jalan Semboja Demak kota adalah salah satu pembudidaya buah naga. Ia mengaku membudidayakan buah naga sejak dua tahun lalu. Di lahannya seluas setengah hektar ia tanamai buah naga jenis merah dan putih sebanyak 500 batang. Tanamannya itu ia rambatkan pada batang-batang pohon akasia yang ketinggiannya telah disesuaikan. “Saya sediakan 125 batang pohon akasia untuk rambatan buah naga. Masing-masing tingginya 2,5 meter. Setiap pohon digunakan untuk merambat empat batang tanaman buah naga,” tuturnya, tadi padi saat ditemui di rumahnya.
Menurutnya, membudidayakan buah naga cukup menguntungkan. Masa tanam hingga berbuah tidak membutuhkan waktu yang lama. Dalam usia satu tahun tanaman telah produktif dan menghasilkan buah dengan ukuran maksimal. Lagi pula, proses perawatan tanaman tidak ribet dan tidak membutuhkan biaya besar. Kebutuhan tanaman hanyalah pupuk kandang yang harganya relatif murah.
Suripto awalnya menanam pohon buah naga berukuran panjang 30 centimeter. Tanaman itu dibiarkan menjalar hingga pada ketinggian 2,5 meter. Selama mencapai ketinggian itu cabang yang keluar dipangkas agar bentuknya teratur. Kemudian setelah ketinggiannya mencapai puncak rambatan, pohon buah naga dibiarkan menjulur ke bawah.
Dia menambahkan, dari 500 batang tanaman, setiap bulannya mampu dipetik buah naga sekitar 20 kilogram. Setiap kilogramnya ia jual dengan harga Rp 25 ribu. Proses penjualannya cukup mudah karena pembeli datang sendiri ke kebon dan selalu membayar dengan uang tunai. (Kontributor Demak *HAA_ed.BS)